Pelatih Panjat Tebing Diduga Lecehkan 8 Atlet Pelatnas, DPR: Usut Tuntas!
JAKARTA, iNews.id - Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian prihatin terhadap dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dilakukan seorang pelatih panjat tebing terhadap delapan atlet pelatnas. Dia meminta agar dugaan peristiwa tersebut diusut tuntas.
"Kasus ini harus diusut secara tuntas dan menjadi perhatian serius semua pihak," ujar Hetifah dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (27/2/2026).
Hetifah mengapresiasi langkah cepat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) serta respons Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang telah menonaktifkan terduga pelaku dari kursi kepelatihan.
Menurutnya, setiap pelatih dan pengurus cabang olahraga memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses pembinaan atlet berlangsung dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan maupun pelecehan.
“Kami memandang penonaktifan sementara Kepala Pelatih FPTI sebagai langkah yang tepat. Kebijakan ini penting untuk melindungi para atlet sekaligus menjaga objektivitas dan kredibilitas proses pemeriksaan,” katanya.
Dia menegaskan, dugaan ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan atlet di semua cabang olahraga.
“Untuk mencegah kasus serupa terulang, perlu penguatan sistem pencegahan melalui regulasi dan standar perlindungan atlet yang jelas, termasuk kode etik pelatih dan ofisial yang mengikat,” ucap Hetifah.
Sebelumnya, Hendra Basir membantah tuduhan pelecehan seksual terhadap atlet panjat tebing nasional yang membuat dia dinonaktifkan dari jabatannya. Dia memaparkan kronologi versi dia terkait polemik yang berujung penonaktifan sementara oleh federasi.
Penonaktifan Hendra ditetapkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) per 9 Februari 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/1I/2026 tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI.
Dalam surat keputusan itu, federasi menyebut pengaduan datang dari delapan atlet Pelatnas FPTI yang terdiri atas lima atlet putra dan tiga atlet putri. Para atlet didampingi psikolog Pelatnas saat menyampaikan laporan kepada Ketua Umum Yenny Wahid pada 28 Januari 2026.
Hendra menegaskan sampai sekarang dia belum pernah menerima undangan atau surat klarifikasi resmi dari federasi. Dia menyebut belum ada proses permintaan keterangan langsung terkait tuduhan kekerasan fisik maupun pelecehan seksual tersebut.
“Ya saya sampai saat ini kan belum ada undangan atau surat klarifikasi terkait tuduhan dan dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual,” kata Hendra kepada iNews, Rabu (25/2/2026).
“Jadi silakan ditanyakan ke delapan atlet itu saja. Setahu saya ada lima atlet putra dan tiga atlet putri yang mengadu ke Ibu Ketum,” lanjut dia.
Hendra mengakui pola kepelatihannya dikenal keras dan sudah diterapkan selama sekitar 15 tahun. Dia menyebut gaya tersebut menjadi karakter melatihnya sejak awal menangani atlet panjat tebing nasional.
“Saya sudah 15 tahun melatih. Kalau pola latihannya keras, itu memang gaya dan karakteristik melatih saya,” ucap dia.
Dia juga mengakui pernah melakukan tindakan fisik dalam konteks latihan saat atlet dinilai tidak menunjukkan performa maksimal. Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan dalam situasi tertentu di arena latihan.
“Kalau tidak perform, ada momen tertentu misalnya saya tempeleng pakai sepatu atau apa. Kalau itu disebut kekerasan, saya siap menerima konsekuensinya,” ujar dia.
Terkait tuduhan pelecehan seksual, Hendra mengaku tidak memahami tindakan yang dimaksud. Dia menyebut pernah memeluk dan mencium kening atlet putri saat kondisi mental atlet sedang terpuruk sebagai bentuk dukungan.
“Apakah memeluk dan mencium kening itu termasuk pelecehan seksual? Saya tidak tahu. Pola pendekatan kepelatihan saya memang seperti itu,” terang dia.
Hendra menegaskan dia tidak pernah melakukan tindakan menyentuh area sensitif seperti yang kerap dikaitkan dengan pelecehan seksual. Dia menilai tuduhan tersebut jauh dari perbuatan yang dia lakukan.
“Tidak ada menyentuh alat vital atau bagian lain. Itu sangat jauh. Saya tidak melakukan hal-hal di luar batas,” tegasnya.









