Juventus Dapat Tepuk Tangan Meriah dari Suporter usai Tersingkir dari Liga Champions, Kok Bisa?
TURIN, iNews.id – Juventus tersingkir dari Liga Champions. Gol kedua Galatasaray memicu reaksi tak biasa dari suporter di Allianz Stadium yang justru berdiri memberi tepuk tangan untuk timnya.
Momen itu terjadi pada laga playoff knockout Liga Champions, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Juventus hampir menciptakan comeback sensasional setelah kalah 2-5 di Turki pada leg pertama. Pada leg kedua di Turin, Bianconeri sempat unggul 3-0 di waktu normal dan menyamakan agregat.
Harapan tuan rumah untuk lolos ke babak berikutnya sempat menguat. Dukungan penuh mengalir dari tribune Allianz Stadium saat Juventus menunjukkan perlawanan total meski memikul beban kekalahan telak pada pertemuan sebelumnya.
Namun situasi berubah di babak tambahan. Victor Osimhen mencetak gol pertama untuk Galatasaray di extra time. Gol itu membuat tekanan berbalik ke pihak Juventus.
Dua menit menjelang laga usai, Baris Alper Yilmaz mengakhiri perlawanan Juventus lewat serangan balik cepat yang menaklukkan Mattia Perin. Gol tersebut memastikan langkah Galatasaray dan sekaligus menghentikan perjalanan Juventus di kompetisi elite Eropa musim ini.
Berdiri dan Bertepuk Tangan di Tengah Kekecewaan
Dengan hanya beberapa detik tersisa, seluruh suporter Juventus di Allianz Stadium berdiri dan memberikan standing ovation kepada para pemain. Aksi itu dilakukan meski tim bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua setelah Lloyd Kelly menerima kartu merah langsung.
Reaksi tersebut mencuri perhatian. Di tengah rasa kecewa akibat tersingkir, para pendukung tetap menunjukkan apresiasi atas perjuangan tim yang nyaris membalikkan keadaan.
Setelah peluit akhir berbunyi, sebagian besar suporter meninggalkan stadion. Namun situasi memanas ketika kelompok ultras di Curva Sud melontarkan hinaan kepada sesama pendukung dengan menyebut mereka “crappy”
Kelompok ultras tetap bertahan di tribune melewati akhir pertandingan. Mereka terus menyanyikan chant dukungan untuk tim, menunjukkan loyalitas di tengah hasil pahit yang harus diterima Juventus.
Kekalahan ini memastikan Juventus gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions. Sementara Galatasaray melaju setelah memanfaatkan momentum di babak tambahan dan menutup laga dengan kemenangan dramatis di Turin.










