Menlu AS: Iran Enggan Bahas Program Rudal Balistik, Masalah Besar!
WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio berharap ada kemajuan dalam perundingan nuklir putaran ketiga dengan Iran, Kamis (26/2/2026). Pertemuan delegasi AS, dipimpin utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dengan Iran, dipimpin Menlu Abbas Araghchi, digelar di Jenewa, Swiss.
Namun Rubio menyoroti keengganan Iran untuk membahas program rudal balistiknya. Iran bersikeras hanya akan menegosiasikan nuklir dengan AS, bukan isu lain.
"Negosiasi berfokus pada program nuklir, dan kami berharap kemajuan dapat dicapai karena itu adalah preferensi presiden untuk mencapai kemajuan di bidang diplomatik," ujar Rubio, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (26/2/2026).
"Tapi penting juga untuk diingat, Iran menolak untuk berbicara tentang rudal balistik kepada kami atau siapa pun. Dan itu adalah masalah besar," ujarnya, menegaskan.
Sebelumnya dalam Pidato Kenegaraan pada Selasa (24/2/2026) malam, Presiden Donald Trump menyebut Iran sedang mengembangkan rudal yang bisa menjangkau AS. Namun dia tidak menyertakan bukti dari tuduhan tersebut.
“Mereka telah mengembangkan rudal yang bisa mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri. Mereka sedang berupaya membangun rudal yang segera mencapai Amerika Serikat,” kata Trump.
Trump juga mengatakan, serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir pada 22 Juni 2025 menghancurkan program senjata nuklir Iran. Namun pernyataan itu bertentangan dengan perkataan utusan Steve Witkoff bahwa Iran mungkin hanya butuh waktu sepekan lagi untuk mengembangkan senjata nuklir.








