AS Kerahkan 300 Lebih Pesawat Militer ke Timur Tengah, Segera Serang Iran?
WASHINGTON, iNews.id - Lebih dari 300 pesawat militer Amerika Serikat (AS) dikerahkan ke Timur Tengah terkait meningkatnya ketegangan dengan Iran. Pesawat-pesawat tersebut disebar di berbagai lokasi, yakni pangkalan-pangkalan militer AS maupun dua kapal induk.
Pengerahan ini berlangsung di tengah negosiasi nuklir AS-Iran yang masih berlangsung. Rencananya, perundingan putaran ketiga berlangsung di Jenewa, Swiss, Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan laporan intelijen sumber terbuka, pesawat-pesawat itu tersebar di Pangkalan Udara (Lanud) Al Udeid, Qatar; Lanud Muwaffaq Salti, Yordania; dan Lanud Pangeran Sultan, Arab Saudi.
Sisanya, termasuk sayap udara kapal induk 8 dan 9 berada di kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford.
Sejak awal Januari, diperkirakan ada 270 penerbangan logistik menggunakan pesawat C-17 dan C-5 ke Komando Pusat AS (Centcom), bersama dengan sistem pertahanan rudal Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).
Saat ini, diperkirakan 75 pesawat angkut strategis KC-46 dan KC-135 masih ditempatkan di Centcom atau dalam jalur penerbangan menuju wilayah tersebut.
Pesawat Angkatan Udara AS yang dikerahkan terdiri atas berbagai pesawat pendukung dan ofensif, yakni 84 jet tempur F-18E/F, 36 F-15E, 48 jet F-16C/CJ/CM, dan 42 jet F-35A/C. Angka tersebut merupakan hampir 70 persen dari seluruh pesawat yang dikerahkan ke Timur Tengah.
Sementara 30 persen sisanya adalah pesawat tanker dan pesawat ofensif peran khusus, yakni 18 pesawat perang elektronik EA-18G “Growler”, 12 pesawat pendukung udara jarak dekat A-10C “Thunderbolt”, 5 pesawat E-11A Battlefield Airborne Communications Node (BACN), dan 6 pesawat E3 “Sentry” Airborne Warning and Control System (AWACS).
Namun sejauh ini tidak ada pergerakan pesawat pengebom B-2 yang digunakan dalam operasi menyerang Iran pada 22 Juni 2025.
Para pengamat yakin jika konflik bersenjata AS-Iran terjadi, Israel bisa terlibat.
Armada jet tempur Israel yang terdiri atas 66 F-15I/C/D, 173 F-16 I/C/D, dan 48 jet tempur F-35 menambah kekuatan udara gabungan dalam menyerang Iran.
Israel juga kedatangan 12 pesawat tempur siluman F-22 “Raptor” AS, pesawat paling canggih dalam persenjataan AS yang bisa digunakan untuk menembus wilayah musuh serta melumpuhkan sistem pertahanan udara dan instalasi radar.
Enam F-22 tambahan juga bergabung kemudian, berangkat dari Lanud Langley di AS.










