Viral Aniaya Petugas SPBU! Pria Mengaku Aparat Akhirnya Ditangkap, Ternyata Konsumsi Narkoba

Viral Aniaya Petugas SPBU! Pria Mengaku Aparat Akhirnya Ditangkap, Ternyata Konsumsi Narkoba

Terkini | inews | Rabu, 25 Februari 2026 - 21:15
share

JAKARTA, iNews.id — Polisi menangkap seorang pria yang mengaku sebagai aparat dan diduga menganiaya petugas SPBU di Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Aksi penganiayaan tersebut sebelumnya viral di media sosial dan menuai kecaman publik.

Pelaku berinisial JM (31) sempat mengaku sebagai seorang jenderal. Namun, hasil pemeriksaan mengungkap bahwa JM bukan aparat, melainkan pekerja rental mobil. Ia ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, tak lama setelah video penganiayaan beredar luas.

Pengakuan itu disampaikan JM saat diinterogasi langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Alfian Nurrizal. Dalam video interogasi yang diunggah di akun Instagram pribadi Alfian, JM mengklaim kendaraan yang digunakannya merupakan mobil milik jenderal.

“Terus kamu ngomong apa?” tanya Alfian, dikutip Rabu (25/2/2026).

“Mobil jenderal,” jawab JM.

“Terus maksud kamu jenderal apa? TNI atau polisi?” lanjut Alfian.

“Tidak sebut instansi. Cuma sebut jenderal,” ujar JM.

Dalam pemeriksaan, JM juga mengaku emosi karena merasa bajunya ditarik oleh pegawai SPBU. Namun, Alfian menegaskan bahwa dalam rekaman video tidak terlihat adanya penarikan baju oleh korban.

“Saya lihat tidak ada penarikan baju ke kamu, malah sebaliknya kamu yang menarik baju,” tegas Alfian.

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan JM positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja. Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Timur untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, polisi juga mengungkap bahwa JM menggunakan pelat nomor palsu saat mencoba mengisi BBM subsidi jenis Pertalite. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto.

“Nomor polisi yang digunakan pada kendaraan tidak sesuai peruntukannya,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan hasil pengecekan, pelat nomor L 1 XD yang digunakan pelaku tidak diperuntukkan bagi mobil Toyota Vellfire hitam yang dikendarainya. Pencocokan barcode kendaraan pun tidak sesuai, sehingga pengisian BBM subsidi tidak dapat dilakukan.

Budi juga memastikan bahwa JM bukan anggota kepolisian. “Pelaku berinisial JMH dipastikan warga sipil berprofesi wiraswasta,” katanya.

Topik Menarik