Transjakarta Adu Banteng di Jalur Langit Cipulir, Pramono Minta Operator Disanksi
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut insiden kecelakaan bus Transjakarta di jalur langit disebabkan kelalaian sopir yang mengalami microsleep saat berkendara. Kondisi ini membuat sopir melintas jalur berlawanan di Koridor 13 yang mengakibatkan kecelakaan adu banteng.
"Berkaitan dengan kejadian tabrakan yang kemarin di Cipulir ke arah JORR itu, memang betul-betul karena Pak Yayan itu ketiduran. Saking ngantuknya, dan polisi sudah menyampaikan apa ya istilahnya microsleep, kemudian melintasi jalur, bertabrakan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Pramono menduga kekurangan waktu tidur membuat sopir kelelahan saat bekerja. Terkait permasalahan itu, Pramono enggan ikut campur.
"Mungkin tidurnya di rumah kurang gitu, tetapi sekali lagi, saya nggak mau ikut campur urusan tidur," katanya.
Dalam insiden ini, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya akan memberikan sanksi kepada pengemudi. Pramono menegaskan, operator juga harus bertanggung jawab atas pembinaan dan pengawasan terhadap pramudi Transjakarta.
"Yang paling penting kami sudah memerintahkan kepada Transjakarta, operatornya juga harus diberikan sanksi, ditegur untuk itu. Bukan hanya yang disanksi adalah sopirnya, karena operator juga yang membina itu harus bertanggung jawab," katanya.
Diketahui, kecelakaan ini melibatkan bus Transjakarta dengan operator Bianglala nomor polisi B 7136 SGA yang dikemudikan Yayan, dan bus operator Mayasari Bhakti nomor polisi B 7353 TGC yang dikemudikan Arfan Sukoco.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan kronologi singkat kejadian yang berlangsung, Senin (23/2/2026) pukul 07.15 WIB di jalur Koridor 13 yang tidak memiliki pembatas.
"Yayan mengakui tertidur saat mengemudi, akibatnya kendaraannya masuk jalur yang berlawanan sehingga terjadi tabrakan adu banteng," kata Ojo dalam keterangannya.
Dia menyebut, insiden ini terjadi di jalur langit Koridor 13 yang menghubungkan Ciledug hingga Tendean. Adapun dalam peristiwa ini, puluhan penumpang luka-luka.
“Para penumpang yang luka dirawat di RS Sari Asih Ciledug, dan Bakti Mulya Slipi, 2 orang di antaranya mengalami patah tulang dirawat di RS Sari Asih Ciledug, korban MD (meninggal dunia) tidak ada," ucapnya.










