Kuasa Hukum Inara Rusli Sebut Wardatina Mawa Masih Istri Sah Insunul Fahmi: Sebaiknya Diselesaikan Kekeluargaan
JAKARTA, iNews.id - Kuasa hukum Inara Rusli, Lechumanan angkat bicara terkait polemik rumah tangga kliennya dengan Insanul Fahmi yang hingga kini masih menjadi perbincangan publik. Dalam keterangannya, Lechumanan menyoroti sosok Wardtaina Mawa yang dinilai sengaja memperpanjang persoalan dan memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, sampai saat ini status hubungan Insan dan Mawa masih sah sebagai suami-istri. Dia menegaskan belum ada putusan pengadilan yang secara resmi mengakhiri pernikahan keduanya, sehingga polemik yang berkembang di ruang publik dinilai tidak perlu terjadi.
“Suami-istri masih terikat perkawinan, belum ada putusan yang mengakhiri hubungan mereka. Jadi lebih baik lakukan komunikasi persuasif,” ujar kuasa hukum Inara.
Dia menilai selama masih dalam ikatan pernikahan, komunikasi seharusnya bisa dilakukan secara langsung tanpa harus melibatkan kuasa hukum masing-masing pihak. Penyelesaian secara personal dan kekeluargaan dianggap jauh lebih bijak dibanding saling melontarkan pernyataan di media.
Lechumanan juga menyarankan agar Insan dan Mawa duduk bersama dan berbicara dari hati ke hati. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk menyudahi polemik yang kini sudah menjadi konsumsi publik.
Dia menyayangkan persoalan rumah tangga yang semestinya bersifat privat justru melebar dan disorot masyarakat luas. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kedua belah pihak, tetapi juga keluarga besar masing-masing.
“Saya mewakili klien saya minta kalian akhiri polemik ini. Jangan sampai seluruh Indonesia ikut campur urusan kalian,” katanya.
Lebih lanjut, dia menduga polemik ini sengaja “digoreng” untuk mendongkrak popularitas. Bahkan, ia menyinggung kemungkinan adanya keuntungan berupa kontrak pekerjaan atau endorse yang didapat Mawa dari ramainya pemberitaan.
“Dugaan saya jelas-jelas menggunakan perkara ini untuk mendompleng nama dia, untuk menaikkan popularitas,” ucap Lechumanan.
Terkait prediksi apakah Mawa benar-benar akan menceraikan Insanul, pengacara Inara mengaku tidak yakin. Menurutnya, jika perceraian benar terjadi, maka tidak ada lagi celah untuk mendompleng popularitas dari polemik yang ada.
Dia berpendapat, ketika status sudah resmi berakhir, perhatian publik bisa saja mereda. Hal itu dinilai berpotensi membuat nama yang sebelumnya ramai diperbincangkan kembali redup.
Meski begitu, kuasa hukum Inara tetap membuka ruang penyelesaian secara baik-baik, terlebih suasana masih dalam bulan suci Ramadan. Dia berharap momentum tersebut bisa menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi dan mengambil keputusan tegas.
Menurutnya, apa pun pilihan yang diambil, baik melanjutkan rumah tangga maupun mengakhirinya, harus dilakukan secara jelas dan tidak menggantung. Ketegasan sikap dinilai penting agar tidak terus memicu spekulasi dan kegaduhan di tengah masyarakat. “Kalau mau akhiri, akhiri baik-baik. Jangan digantung-gantung,” kata Lechumanan.










