Jangan Konsumsi Gula Berlebih Sebelum Tidur, Ini Risiko yang Mengintai

Jangan Konsumsi Gula Berlebih Sebelum Tidur, Ini Risiko yang Mengintai

Gaya Hidup | inews | Selasa, 24 Februari 2026 - 02:59
share

JAKARTA, iNews.id - Jangan konsumsi gula berlebih sebelum tidur, terutama saat Ramadan ketika waktu berbuka identik dengan makanan manis. Kebiasaan menyantap camilan tinggi gula menjelang istirahat malam ternyata menyimpan risiko tekanan darah dan kesehatan jantung.

Saat berbuka puasa, banyak orang memilih es krim, kue, minuman bersoda, atau aneka takjil manis untuk mengembalikan energi. Meski terasa menyegarkan, konsumsi gula berlebih mendekati waktu tidur dapat memicu lonjakan glukosa dalam darah secara cepat.

Lonjakan tersebut membuat tubuh memproduksi insulin dalam jumlah lebih tinggi untuk menstabilkan kadar gula darah. Proses ini memaksa metabolisme tetap aktif di saat tubuh seharusnya mulai beristirahat.

Dikutip dari Verywell Health, kebiasaan makan makanan manis tepat sebelum tidur dapat mengacaukan proses metabolisme malam hari. Kondisi ini bukan hanya menurunkan kualitas tidur, tetapi juga berpotensi membuat tekanan darah tetap tinggi sepanjang malam.

Selama Ramadan, perubahan pola makan dan jam istirahat membuat tubuh perlu beradaptasi. Setelah seharian berpuasa, makan besar atau camilan manis sebelum tidur bisa memberi beban tambahan pada sistem metabolisme.

Salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah peningkatan tekanan darah pada malam hari. Asupan gula berlebih dapat membuat pembuluh darah menjadi kurang elastis serta meningkatkan resistensi insulin.

Tak hanya itu, proses pencernaan yang aktif saat malam juga dapat mengganggu ritme tidur alami. Tubuh yang seharusnya memasuki fase pemulihan justru harus bekerja ekstra untuk mencerna makanan tinggi gula.

Kondisi ini dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak dan memicu rasa lelah keesokan harinya. Dalam jangka panjang, pola tersebut berisiko terhadap kesehatan jantung.

Konsumsi gula berlebih sebelum tidur juga dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas terhadap garam. Hal ini dapat berkontribusi pada tekanan darah tinggi, terutama pada individu yang memang memiliki faktor risiko hipertensi.

Agar gula darah dan tekanan darah tetap stabil saat tidur di bulan puasa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan. Pertama, hindari makan besar atau makanan sangat manis mendekati waktu tidur.

Berikan jeda setidaknya beberapa jam antara waktu berbuka dan waktu istirahat malam. Dengan begitu, tubuh memiliki waktu cukup untuk memproses makanan sebelum memasuki fase tidur.

Kedua, pilih camilan yang lebih sehat bila memang merasa lapar di malam hari. Buah segar, kacang-kacangan, atau yogurt tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif yang lebih aman karena membantu mencegah lonjakan glukosa secara drastis.

Ketiga, perhatikan komposisi makanan saat sahur. Konsumsi karbohidrat kompleks, protein, serta serat dalam porsi seimbang agar kadar gula darah lebih stabil sepanjang hari.

Selain memperhatikan jenis makanan, mengatur waktu makan juga berperan penting bagi kesehatan jantung. Menghentikan asupan makanan beberapa jam sebelum tidur terbukti membantu menjaga tekanan darah tetap lebih stabil saat malam.

Kebiasaan sederhana ini juga mendukung metabolisme tubuh bekerja lebih efisien. Dengan pola makan yang lebih teratur dan tidak berlebihan menjelang tidur, risiko gangguan tekanan darah dapat ditekan.

Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk membentuk pola hidup lebih sehat. Mengontrol konsumsi gula, terutama sebelum tidur, bukan hanya menjaga kualitas istirahat, tetapi juga melindungi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Topik Menarik