KKB Serang Pos Tambang di Nabire, Prajurit TNI asal Maros dan 1 Warga Sipil Gugur
NABIRE, iNews.id – Aksi penyerangan brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali pecah di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (22/2/2026). Serangan yang menyasar pos keamanan perusahaan tambang PT Kristalin Eka Lestari ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Salah satunya prajurit TNI asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Pasca-insiden tersebut, aparat keamanan bersenjata lengkap langsung diterjunkan untuk mengamankan lokasi kejadian di Kampung Legari, Distrik Makimi.
Kronologi Penyerangan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan bermula saat kelompok bersenjata diduga memberondong kendaraan milik subkontraktor yang melintas di sekitar pos. Tak berhenti di situ, pelaku kemudian menyerang pos keamanan hingga menghanguskan bangunan tersebut.
Dalam rekaman video amatir, terlihat bangunan pos milik PT Kristalin Eka Lestari sudah dalam kondisi rata dengan tanah akibat terbakar. Petugas yang tiba di lokasi sempat berupaya memadamkan sisa-sisa api sebelum mengevakuasi para korban.
Insiden berdarah ini merenggut nyawa Serda Hamdani, anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih, yang saat itu tengah menjalankan tugas negara. Satu korban lainnya adalah seorang warga sipil bernama Aksay Sandika Moho yang bertugas sebagai petugas keamanan perusahaan.
Selain menimbulkan korban jiwa, kelompok penyerang juga dilaporkan membawa kabur sejumlah inventaris keamanan, di antaranya satu pucuk senjata api jenis Pistol G2 Combat, magazen, dan 10 butir amunisi kaliber 9 milimeter.
Keluarga Tunggu Jenazah Serda Hamdani
Suasana haru menyelimuti rumah orang tua Serda Hamdani di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Pihak keluarga tidak menyangka komunikasi terakhir pada pertengahan Februari lalu menjadi percakapan penutup. Saat itu, almarhum sempat mengirimkan uang untuk persiapan kebutuhan bulan Ramadan bagi keluarga.
"Almarhum orang yang baik dan bertanggung jawab. Kami terakhir bicara saat dia kirim uang buat puasa," ujar Hamka, orang tua Serda Hamdani dengan nada lirih.
Serda Hamdani diketahui telah bertugas di Papua sejak tahun 2024. Sebelumnya, ia memiliki rekam jejak kedinasan di Batalyon 726 Bone dan pernah menjadi Babinsa di Kabupaten Soppeng. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil.
Hingga saat ini, pihak keluarga di Maros masih terus berkoordinasi dengan kesatuan almarhum untuk kepastian jadwal pemulangan jenazah. Rencananya, Serda Hamdani akan dimakamkan secara militer di kampung halamannya sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian terakhirnya kepada NKRI.










