BNPB Gerak Cepat Tangani Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 900 Huntara Disiapkan
TEGAL, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan optimal, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Sebanyak 900 hunian sementara (huntara) disiapkan bagi warga terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi menjadi prioritas utama pemerintah dalam masa tanggap darurat.
"Sesuai arahan Presiden untuk tetap memberikan langkah penanganan bencana dengan baik, terutama masa bulan puasa Ramadan. Kebutuhan dasar pengungsi harus segera dipenuhi," ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Dalam upaya penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan berupa makanan dan peralatan logistik. Bantuan ini ditujukan untuk membantu para pengungsi sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam penanganan darurat.
Selain bantuan logistik, pemerintah juga menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah.
Suharyanto menjelaskan, pembangunan huntara dipercepat meski menghadapi keterbatasan lahan. Pemerintah bahkan membuka opsi pembangunan mandiri oleh warga.
"Dibangun huntara sebanyak 900 unit, sementara telah disiapkan lahan untuk 500 unit. Huntara bisa dibangun mandiri, satu per satu per warga sehingga Kepala Desa diharapkan dapat menyiapkan lahannya," katanya.
BNPB juga memberikan fleksibilitas bagi warga terdampak. Mereka diperbolehkan memilih tinggal di pengungsian, di rumah kerabat, maupun mengontrak tempat tinggal sementara.
Bagi warga yang memilih tidak tinggal di pos pengungsian, pemerintah menyiapkan bantuan dana tunggu hunian.
"Warga juga diberikan kebebasan untuk memilih tinggal di pengungsian, tinggal bersama di rumah kerabat atau mengontrak. Akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per bulan per kepala keluarga bagi warga yang memilih tidak menempati pos pengungsian hingga huntara selesai dibangun," katanya.
Selain huntara, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap). Lokasi huntap nantinya bisa dipilih secara terpusat maupun mandiri oleh warga, selama memenuhi kriteria aman dari risiko bencana.
BNPB juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa relokasi warga dari wilayah rawan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal.
"Huntap akan segera dibangun, bisa bersifat terpusat san mandiri. Jika ada warga yang ingin dibangunkan di luar Kabupaten Tegal pun tetap diizinkan. Salah satu solusinya harus relokasi, cari tempat baru yang aman dan relokasi. Tempat yang sudah terjadi bencana tanah bergerak dilakukan reboisasi dan tidak bisa ditempati manusia lagi," katanya.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal dapat berjalan cepat, tepat, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi warga terdampak.










