Vatikan Tolak Gabung Board of Peace Bentukan Trump, AS Kecewa
VATICAN CITY, iNews.id - Paus Leo XIV menegaskan Vatikan menolak bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan yang disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Vatikan Kardinal Pietro Parolin itu memicu kekecewaan dari pemerintah AS yang berharap dukungan luas dari para pemimpin dunia.
Board of Peace awalnya dibentuk untuk menangani krisis di Jalur Gaza pascaperang Israel-Hamas. Namun, Trump yang akan memimpin lembaga tersebut tanpa batas waktu kemudian memperluas mandatnya untuk mendamaikan berbagai konflik global lainnya.
Gedung Putih menyatakan penyesalan atas keputusan tersebut.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan perdamaian seharusnya tidak bersifat partisan, politis, atau kontroversial.
Menurut dia, pemerintah AS berharap semua pihak yang diundang bersedia bergabung dalam Board of Peace. Dia menyebut dewan tersebut sebagai organisasi sah yang telah diikuti puluhan negara dari berbagai kawasan dunia.
Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya
"Saya rasa perdamaian tidak seharusnya bersifat partisan, politis, atau kontroversial. Dan tentu saja, Pemerintah (AS) ingin semua yang diundang untuk bergabung dalam dewan Perdamaian," kata Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dikutip Kamis (19/2/2026).
"Ini adalah organisasi yang sah di mana terdapat puluhan negara anggota dari seluruh dunia, dan kami kira itu adalah keputusan yang disayangkan," ujarnya, lagi.
Vatikan bukan satu-satunya pihak yang menolak. Beberapa sekutu dekat AS seperti Inggris, Prancis, dan Norwegia juga mengambil langkah serupa.
Sejumlah diplomat dan pejabat internasional mengungkapkan kekhawatiran terhadap perluasan kewenangan Board of Peace, kepemimpinan Trump yang tidak dibatasi waktu, serta potensi tumpang tindih dengan mandat PBB.
Paus Leo XIV, yang menjadi paus pertama kelahiran AS, termasuk salah satu tokoh dunia yang diundang untuk bergabung bulan lalu. Meski menjadikan perdamaian sebagai fokus utama kepemimpinannya di Gereja Katolik, Paus menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap harus menjadi aktor utama dalam penyelesaian konflik internasional.
MNC University Gelar Pelatihan First Aid Bersama RS EMC Grha Kedoya, Perkuat Kompetensi Kesehatan
Dia juga menegaskan pentingnya hukum humaniter dan peran sentral PBB dalam menjaga stabilitas dunia. Bahkan, Paus sebelumnya telah memperingatkan bahwa perang kini kembali menjadi tren global yang mengkhawatirkan.










