Spalletti Murka Juventus Dibantai Galatasaray: Kami Merusak Diri Sendiri!
ISTANBUL, iNews.id – Juventus dibantai Galatasaray 2-5 pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions 2025-2026 di Rams Park, Istanbul, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Pelatih Juventus Luciano Spalletti murka dan menegaskan timnya merusak diri sendiri sepanjang pertandingan.
Juventus sempat menunjukkan reaksi positif di babak pertama. Setelah tertinggal oleh gol Gabriel Sara, si Nyonya Tua membalikkan keadaan lewat dua gol Teun Koopmeiners dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-1.
Namun semuanya berubah selepas jeda. Juan Cabal yang masuk menggantikan Andrea Cambiaso melakukan dua kesalahan krusial dan kemudian menerima kartu merah. Situasi itu membuat Juventus kehilangan kendali permainan.
Galatasaray memanfaatkan kondisi tersebut dengan maksimal. Noa Lang mencetak dua gol, sementara Davinson Sanchez dan Sacha Boey turut mencatatkan nama di papan skor hingga laga berakhir 5-2 untuk tuan rumah.
Spalletti: Bukan Mundur Satu, Tapi Tiga Langkah
Spalletti tidak menyembunyikan kekecewaannya. Dia mengatakan kepada Sky Sport Italia, “Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba kembali menemukan bentuk permainan dan mengubah beberapa hal, tetapi kami benar-benar turun dari sisi karakter.”
Dia menambahkan, “Bukan satu langkah mundur, melainkan tiga langkah mundur malam ini. Jelas Cambiaso berisiko mendapat kartu kuning kedua di akhir babak pertama, dalam pertandingan seperti ini ketika ada pemain yang sudah mendapat kartu, bijaksana untuk melakukan sesuatu lewat pergantian pemain.”
Menurut Spalletti, timnya gagal membaca situasi berbahaya. “Kami mendapat dua kartu kuning lagi dalam 15 menit pertama, lalu kami merusak diri sendiri dengan tidak mengenali bahaya dalam situasi tersebut.”
Spalletti juga menyoroti masalah lini belakang. “Saya yakin kami bisa meringankan beban pertahanan jika mampu bermain sepak bola. Jika kami membangun barikade dan mengandalkan serangan balik, kami tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan itu.”
Dia menegaskan, “Saya percaya menyerang adalah bentuk pertahanan terbaik. Jika kami turun di bawah standar kualitas kami, maka kami selalu berisiko kebobolan.”
Kisah Dramatis Dejan/Bernadine: Berawal dari Ancaman Cerai Pelatih, Kini Menembus Level Dunia
Juventus kini menghadapi tantangan berat di leg kedua. Mereka membutuhkan kemenangan 3-0 untuk memaksakan perpanjangan waktu. Spalletti menyatakan timnya tetap akan berusaha bangkit dan bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.
Selain kekalahan telak, Juventus juga menunggu hasil pemeriksaan kondisi Gleison Bremer yang mengalami masalah otot saat jeda pertandingan.










