Mengenal XERF Teknologi Canggih untuk Kencangkan Kulit, Ini Kata Dokter
JAKARTA, iNews.id – Perkembangan teknologi estetika non-bedah terus bergerak ke arah yang semakin presisi dan berbasis sains. Terbaru, perangkat skin tightening generasi mutakhir XERF by Cynosure Lutronic resmi diperkenalkan di Indonesia.
Kehadirannya menarik perhatian karena membawa pendekatan teknologi radiofrequency (RF) multi-frekuensi yang disebut sebagai yang pertama di dunia. Kenapa teknologi ini penting untuk perawatan anti-aging di era modern seperti sekarang?
Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan estetika asal Korea Selatan, Cynosure Lutronic, dan telah memperoleh FDA approval sebagai penanda standar keamanan dan efektivitas secara global. Di Indonesia, perangkat tersebut mulai diadopsi melalui kolaborasi antara idsMED Aesthetics Indonesia dan Maharva Clinic.
Apa Itu Monopolar Radiofrequency?
Dalam dunia dermatologi estetika, radiofrequency merupakan teknologi berbasis energi panas terkontrol yang bekerja dengan merangsang lapisan dermis kulit. Energi ini memicu kontraksi kolagen yang sudah ada sekaligus merangsang pembentukan kolagen baru (neokolagenesis).
Berbeda dengan laser yang menggunakan cahaya, RF memanfaatkan gelombang listrik frekuensi tinggi untuk menghasilkan panas di jaringan kulit. Teknologi monopolar RF dikenal mampu menjangkau lapisan kulit yang lebih dalam dibandingkan beberapa teknologi berbasis energi lainnya.
XERF menghadirkan pendekatan berbeda melalui kombinasi dua frekuensi sekaligus, yaitu 6.78 MHz dan 2 MHz. Kombinasi ini memungkinkan penetrasi energi dengan kedalaman berbeda dalam satu kali prosedur.
Secara teori, frekuensi lebih rendah dapat menjangkau lapisan lebih dalam, sementara frekuensi lebih tinggi bekerja lebih superfisial, sehingga distribusi energi menjadi lebih menyeluruh dan terkontrol.
Mengapa Multi-Frekuensi Dianggap Inovatif?
Selama ini, sebagian besar perangkat monopolar RF menggunakan satu frekuensi tunggal. Pendekatan multi-frekuensi pada XERF memungkinkan dokter menargetkan beberapa lapisan jaringan dalam satu sesi terapi.
Distribusi energi yang lebih presisi dinilai dapat membantu:
- Mengoptimalkan stimulasi kolagen
- Mengurangi risiko panas berlebih di permukaan kulit
- Memberikan kenyamanan lebih selama prosedur
- Meminimalkan downtime pascatindakan
Head of Aesthetics idsMED Indonesia, Marisa Theresia, menjelaskan bahwa diferensiasi utama teknologi ini terletak pada pengaturan distribusi energi yang lebih terukur dan presisi.
"Secara klinis, teknologi ini diposisikan sebagai solusi skin tightening premium dengan hasil terukur dan minim downtime," ujarnya pada iNews.id, Senin (16/2/2026).
Tren Non-Invasive yang Terus Tumbuh
Secara global maupun nasional, tren perawatan non-invasif menunjukkan pertumbuhan signifikan. Masyarakat kini cenderung memilih prosedur yang tidak memerlukan pembedahan, waktu pemulihan singkat, dan risiko yang relatif lebih rendah.
Vice President idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar yang berkembang pesat dalam segmen non-invasive treatments dan skin tightening.
Menurut dia, kehadiran teknologi global seperti XERF menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal.
Klinik Pertama yang Mengadopsi
Di Indonesia, Maharva Clinic menjadi fasilitas pertama yang mengadopsi teknologi ini. Dokter Aji Bayu Chandra M Biomed selaku pemilik klinik menyebut pemilihan perangkat tersebut didasarkan pada pendekatan science-based dan results-driven treatment yang menjadi filosofi layanan mereka.
"Kami memilih teknologi yang aman, teruji, dan memberikan manfaat nyata bagi pasien," ujarnya.
Meski teknologi semakin canggih, para ahli mengingatkan bahwa hasil perawatan tetap bergantung pada evaluasi kondisi kulit, indikasi medis, serta kompetensi tenaga profesional yang melakukan tindakan.
Radiofrequency, termasuk teknologi multi-frekuensi, bukan solusi instan untuk semua kondisi kulit. Konsultasi menyeluruh tetap diperlukan untuk menentukan apakah seseorang cocok menjalani prosedur tersebut.










