Kemenhub Tutup Sementara 11 Bandara di Papua usai KKB Tembaki Pesawat Smart Air

Kemenhub Tutup Sementara 11 Bandara di Papua usai KKB Tembaki Pesawat Smart Air

Terkini | inews | Senin, 16 Februari 2026 - 13:38
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara 11 bandara di sejumlah wilayah Papua. Penutupan itu dilakukan usai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan yang menewaskan dua pilot pada Rabu (11/2/2026) lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan penutupan itu dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” kata Lukman dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Berikut daftar 11 bandara yang ditutup sementara oleh Kemenhub:

1. Satpel Koroway Batu
2. Bandara Bomakia
3. Satpel Yaniruma
4. Satpel Manggelum
5. Lapter Kapiraya
6. Lapter Iwur
7. Lapter Faowi
8. Lapter Dagai
9. Lapter Aboi
10. Lapter Teraplu
11. Lapter Beoga

Selain itu, kata dia, operasional penerbangan di lima bandara dengan situasi rawan terkendali tetap berlangsung. Pasalnya, terdapat pengamanan dari aparat TNI-Polri.

Kelima bandara itu yakni:

1. Bandara Kiwirok
2. Bandara Moanamani
3. Satpel Sinak
4. Satpel Agandugume
5. Bandara Illu

“Penerbangan perintis merupakan layanan vital dalam mendukung konektivitas masyarakat Papua, khususnya untuk akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas dasar masyarakat di wilayah terpencil, sehingga keamanannya sangat krusial dan harus dijaga,” tutur Lukman.

Diketahui, penembakan pesawat Smart Air terjadi saat pesawat tersebut pesawat berangkat dari Bandara Tanah Merah. Saat kejadian, pesawat membawa 13 orang penumpang.

Akibat penembakan tersebut, dua pilot dilaporkan meninggal dunia. Pesawat Smart Air itu dipiloti Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengidentifikasi pelaku penembakan merupakan KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah.

Topik Menarik