Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia
WASHINGTON, iNews.id - Ukraina dilaporkan mempertimbangkan untuk menggelar referendum pada musim semi tahun ini untuk menentukan nasib sebagian wilayahnya di Donetsk, sebagai bagian dari syarat gencatan senjata dengan Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky disebut siap melepaskan kendali atas sebagian wilayah Donetsk jika hal itu dapat membuka jalan menuju penghentian perang.
Seorang penasihat Zelensky mengatakan kepada media Amerika Serikat (AS), The Atlantic, pemerintah mempertimbangkan referendum guna melegitimasi keputusan tersebut.
Menurut laporan itu, referendum kemungkinan akan digelar bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) Ukraina. Zelensky disebut bersedia menerima apa pun hasil referendum dan berharap tetap mendapatkan dukungan publik untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Langkah ini dinilai sebagai konsesi besar dari Kiev setelah perang dengan Rusia yang berlangsung sejak Februari 2022 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Namun, menyerahkan Donetsk saja kemungkinan belum cukup untuk memenuhi tuntutan Moskow. Pasalnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov sebelumnya menegaskan, berdasarkan konstitusi Rusia, sejumlah wilayah Ukraina, termasuk Krimea, Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson, dianggap sebagai bagian dari Federasi Rusia.
Dengan demikian, potensi referendum di Donetsk bisa menjadi awal negosiasi, namun belum tentu langsung mengakhiri konflik.
Jika referendum benar digelar tahun ini, langkah tersebut bukan hanya akan menentukan masa depan Donetsk, tetapi juga bisa menjadi titik balik besar dalam konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari 3 tahun.










