Atap Baja Ringan KENCANA Tawarkan Ketahanan dan Kenyamanan Lebih Optimal

Atap Baja Ringan KENCANA Tawarkan Ketahanan dan Kenyamanan Lebih Optimal

Ekonomi | inews | Kamis, 12 Februari 2026 - 14:21
share

JAKARTA, iNews.id - Wacana penggantian atap seng dengan genteng tradisional melalui “gentengisasi” menjadi perhatian publik, setelah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor pada Senin (2/2/2026).

Gerakan tersebut menyoroti penggunaan atap seng yang selama ini dinilai memiliki keterbatasan, khususnya terkait panas dan potensi korosi. Menurut Prabowo, penggunaan atap seng sering kali menimbulkan masalah bagi penghuni rumah karena panas dan mudah berkarat.

Hal tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan termal tetapi juga memengaruhi estetika dan citra lingkungan permukiman. Karat pada seng dinilai sebagai simbol kemunduran dan tidak indah jika terus dominan di atap rumah Indonesia.

Atap Seng Mudah Berkarat?

Secara umum, seng telah lama digunakan sebagai material atap karena pemasangannya relatif mudah dan biaya yang terjangkau. Namun, dalam kondisi iklim tropis seperti Indonesia, material seng cenderung menyerap panas matahari dengan cepat.

Selain itu, paparan cuaca ekstrem dan kelembapan tinggi dapat mempercepat terjadinya karat pada material tertentu. Akhirnya, hal tersebut memengaruhi kenyamanan hunian serta ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Alternatif Material Atap Modern

Seiring perkembangan teknologi konstruksi, berbagai inovasi material atap mulai dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut. Salah satunya adalah atap baja ringan yang dilengkapi perlindungan khusus terhadap panas dan korosi.

Seperti produk Atap KENCANA yang menggunakan lapisan Aluminium-Zinc (AZ) untuk melindungi material dari korosi. AZ pada produk KENCANA sesuai dengan ketentuan SNI, sehingga memberikan perlindungan terhadap korosi yang lebih tinggi dibandingkan seng. Perlindungan optimal ini pun menjaga kekuatan struktur baja sekaligus memperpanjang masa pakai material.

Selain ketahanan terhadap karat, baja ringan berlapis Aluminium-Zinc juga dirancang untuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang umum terjadi di wilayah tropis. Karakteristik tersebut menjadikan atap baja ringan semakin banyak digunakan pada pembangunan hunian maupun bangunan komersial modern.

Inovasi untuk Kenyamanan Termal Bangunan

Atap KR5 Rocky KENCANA. (Foto: dok KENCANA)

Selain struktur yang kuat dan tahan lama, pengembangan material atap modern juga menitikberatkan pada aspek kenyamanan termal. Menjawab kebutuhan tersebut, KENCANA menghadirkan inovasi Genteng Rocky, yaitu genteng metal berlapis pasir yang dirancang untuk membantu meredam panas matahari sekaligus mengurangi kebisingan akibat hujan.

Permukaan pasir pada genteng berfungsi meminimalkan radiasi panas yang masuk ke dalam ruangan, sehingga membantu menciptakan suhu ruangan yang lebih stabil dan nyaman bagi penghuni bangunan.

KENCANA juga menghadirkan solusi tambahan berupa Bubble Insulation, yaitu sistem insulasi atap yang dirancang menggunakan teknologi ribuan kantong udara yang terperangkap di antara dua lapisan reflective foil berkualitas tinggi. Struktur tersebut efektif menghambat perpindahan panas dari luar ke dalam bangunan.

Aplikasi Buble Insulation KENCANA pada Atap. (Foto: dok KENCANA)

Produk ini memiliki nilai R-Value hingga 15.4, yang menunjukkan kemampuan isolasi termal yang tinggi. Dalam penerapannya, Bubble Insulation KENCANA mampu membantu menurunkan suhu ruangan hingga 20°C-30°C, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan pendingin ruangan dan memberikan kenyamanan tambahan bagi penghuni.

Pilihan Material Atap yang Lebih Adaptif

Perkembangan material bangunan menunjukkan bahwa kebutuhan hunian modern tidak hanya berfokus pada kekuatan struktur, tetapi juga mencakup kenyamanan, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta efisiensi energi.

Kehadiran berbagai inovasi material atap, termasuk yang dikembangkan KENCANA, memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat dalam menentukan sistem atap yang sesuai dengan kebutuhan bangunan.

Dengan teknologi material yang terus berkembang, sistem atap kini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung bangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan hunian yang lebih nyaman, tahan lama, dan adaptif terhadap kondisi lingkungan.

Topik Menarik