Boni Hargens Apresiasi Prabowo Mau Bertemu Tokoh Kritis, Bandingkan dengan Era SBY
JAKARTA, iNews.id - Pengamat politik Boni Hargens mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menginisiasi pertemuan dengan tokoh-tokoh kritis sebagaimana yang diungkap oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Dia pun membandingkan dengan apa yang dialaminya saat era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu.
"Ketika Menteri Pertahanan Pak Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa Presiden Prabowo menemui oposisi, saya lihat beritanya, saya apresiasi. Ini luar biasa," ucap Boni dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Pertemuan Prabowo dan Tokoh Kritis', Selasa (10/2/2026).
Boni yang mengatakan sempat menjadi 'oposisi' jalanan pada era pemerintahan SBY, justru tidak pernah merasakan hal tersebut. Dia mengenang betapa sulitnya menjalin komunikasi dengan penguasa di masa lalu.
"Saya kan hampir sepuluh tahun, oposisi jalanan terhadap pemerintahan Pak SBY dulu, belum ada Rocky Gerung tuh. Rocky masih ngumpet tuh. Nah, ketika itu tidak pernah itu yang namanya presiden mau menemui oposisi, tokoh, ngobrol," tuturnya.
Namun, dia mengatakan bahwa suasana positif itu terusik ketika Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi bahwa tokoh-tokoh tersebut bukanlah 'oposisi', melainkan hanya 'tokoh nasional yang kritis'.
Boni mengaku menangkap adanya nuansa yang mengkhawatirkan dari perubahan istilah tersebut. Menurutnya, ada dua kemungkinan di balik narasi Mensesneg.
"Saya jadi agak menangkap ada nuansa yang tidak enak nih. Apakah dia mau menaikkan kelas dari teman-teman yang bertemu dengan Presiden, atau ingin melemahkan peran oposisi itu menjadi kelompok yang bagian dari kitalah? Artinya bahwa tidak ada lagi oposisi, kira-kira gitu," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah tokoh bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026) malam. Para tokoh itu yakni Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro hingga mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) Komjen Pol (Purn) Susno Duadji.
Dia mengungkapkan Prabowo berdiskusi tentang kepemiluan hingga penegakan hukum bersama tokoh-tokoh tersebut.
“Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak,” kata Prasetyo kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (1/2/2026).
Prasetyo mengatakan Prabowo terbuka untuk berdialog dengan semua tokoh, termasuk menerima masukan untuk masa depan Indonesia. Prabowo, katanya, juga membeberkan program prioritas pemerintah yang dijalankan untuk kepentingan rakyat.
“Bapak presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara, gitu,” tegasnya.
Prasetyo pun mengungkapkan pertemuan itu dilaksanakan di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.
“Iya (Kertanegara IV),” katanya.









