Efek Domino usai BWF Resmikan Indonesia Open 2027 Digelar 11 Hari

Efek Domino usai BWF Resmikan Indonesia Open 2027 Digelar 11 Hari

Olahraga | inews | Selasa, 10 Februari 2026 - 18:30
share

JAKARTA, iNews.id - Format baru World Tour Super 1000 BWF dinilai memberi keuntungan signifikan bagi atlet dan menjadi momentum besar bagi Indonesia Open 2027 yang masuk kategori turnamen elite dunia.

Federasi Bulu Tangkis Dunia resmi menerapkan format anyar mulai 2027. Lima turnamen Super 1000 akan digelar selama 11 hari dengan komposisi 48 pemain sektor tunggal dan 32 pasangan sektor ganda.

PBSI menyambut positif kebijakan tersebut. Melalui Kepala Bidang Luar Negeri PBSI Bambang Roedyanto, federasi menilai perubahan ini selaras dengan kebutuhan kompetisi bulutangkis modern.

Bambang mengakui durasi turnamen yang lebih panjang berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional. Meski begitu, dia memandang kebijakan ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

"Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang.

Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF," ujar Bambang, dalam keterangan pers PBSI, Selasa (10/2/2026).

Peluang Atlet dan Kualitas Kompetisi Naik

Bambang menilai format baru Super 1000 memberi ruang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Penambahan jumlah peserta sektor tunggal dari 32 menjadi 48 pemain dinilai berdampak langsung pada kualitas persaingan.

“Hal ini membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” jelasnya.

Aspek pemulihan fisik atlet juga menjadi perhatian utama dalam format baru ini. Dengan durasi lebih panjang dan penggunaan dua lapangan pertandingan, atlet mendapat jeda istirahat yang lebih ideal.

“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” tambah Bambang.

Tak hanya berdampak pada teknis pertandingan, Indonesia Open 2027 juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. PBSI melihat durasi turnamen yang lebih panjang membuka ruang aktivasi hiburan di luar lapangan.

“Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” ungkapnya.

PBSI menilai penguatan sportainment yang ditopang kompetisi kelas dunia akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan global.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan misi BWF memperluas jangkauan dan popularitas bulutangkis di tingkat internasional, sekaligus menempatkan Indonesia Open 2027 sebagai salah satu pusat perhatian kalender dunia.

Topik Menarik