BGN Siapkan 4 Skema Penyaluran MBG saat Ramadan, Apa Saja?

BGN Siapkan 4 Skema Penyaluran MBG saat Ramadan, Apa Saja?

Terkini | inews | Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:17
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan empat mekanisme penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Skema tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta didik di sekolah, kelompok rentan, hingga lingkungan pesantren.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan program MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan sejumlah penyesuaian, terutama terkait waktu konsumsi dan bentuk makanan.

"Untuk Ramadan, makan bergizi akan tetap berlanjut. Jadi ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan," kata Dadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Mekanisme pertama diterapkan di sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa. Dalam skema ini, makanan MBG tetap dikirim ke sekolah, namun disiapkan dalam bentuk menu yang lebih tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

"Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa, makanannya akan seperti biasa dikirim ke sekolah dalam bentuk makanan yang tahan dan bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi pada saat buka," ujarnya.

Mekanisme kedua berlaku bagi sekolah di daerah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa. Pada wilayah ini, penyaluran MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan skema.

"Kemudian, untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan tetap normal," jelasnya.

Mekanisme ketiga menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Dadan menegaskan penyaluran MBG bagi kelompok tersebut tetap dilakukan seperti biasa selama Ramadan. 

"Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, juga normal," kata Dadan.

Sementara mekanisme keempat diterapkan khusus di lingkungan pesantren. Karena penerima manfaat dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada di dalam area pesantren, jadwal konsumsi makanan akan digeser ke waktu berbuka puasa.

"Untuk pesantren, karena penerima manfaatnya ada di dalam pesantren dan SPPG-nya ada di dalam pesantren, maka pelayanannya akan digeser ke saat buka. Jadi masaknya siang hari, dikonsumsi pada saat buka," tuturnya.

Topik Menarik