Spesifikasi Drone Mata-Mata Iran Shahed-129 yang Ditembak Jatuh Jet Tempur AS
JAKARTA, iNews.id - Ketegangan mewarnai Laut Arab, Selasa (3/2/2026). Jet tempur Amerika Serikat (AS) menembak jatuh drone mata-mata Iran Shahed-129 yang berusaha mendekati kapal induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab.
Ini merupakan insiden pertama sejak ketegangan kedua negara meningkat, seiring ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran.
Drone Shahed-129 merupakan pesawat tanpa awak )UAV) paling canggih milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pesawat ini dirancang untuk dua misi sekaligus, pengintaian dan serangan.
Drone ini memiliki kemampuan teknis yang membuatnya layak disebut perangkat militer strategis.
Spesifikasi Shahed-129
Shahed-129 adalah drone tempur dan pengintaian kelas menengah dengan daya tahan terbang panjang (Medium Altitude Long Endurance/MALE) yang dibuat oleh industri dirgantara Iran.
UAV ini sering dibandingkan dengan drone MQ-1 Predator buatan AS karena peran dan ukuran yang serupa.
Dimensi dan Struktur
- Drone Shahed-129 memiliki dimensi besar untuk kelas UAV pengintaian:
- Panjang badan: sekitar 8 meter
- Lebar sayap (wingspan): sekitar 16 meter
- Tinggi: lebih dari 3 meter.
Struktur badan dibuat dari komposit dan paduan aluminium agar kuat namun ringan.
Mesin dan Performa Penerbangan
Shahed-129 menggunakan satu mesin piston dengan konfigurasi pendorong (pusher), yang menggerakkan propeller di bagian belakang. UAV ini mampu terbang dalam jangka waktu ekstrem:
- Endurance terbang: hingga 24 jam nonstop
- Jangkauan efektif: hingga sekitar 1.700 km
- Kecepatan maksimum: sekitar 175 km/jam
- Ketinggian operasi: sampai lebih dari 7.300 meter.
Kemampuan datalink untuk kendali jarak jauh biasanya mencapai 200-400 km dari stasiun kendali di darat.
Sensor & Instrumentasi
Shahed-129 dilengkapi sistem avionik modern untuk pengintaian:
- Kamera elektro-optik dan inframerah untuk pemantauan siang malam
- Sistem komunikasi video real-time ke stasiun pengendali
- Sensor dan laser range finder untuk identifikasi target.
Peralatan ini memungkinkan drone merekam dan mentransmisikan data intelijen secara langsung sebelum potensi kehilangan kontak.
Kapasitas Muatan dan Peran Tempur
Selain pengintaian, Shahed-129 juga dipersenjatai untuk misi serangan terbatas:
- Kapasitas payload: hingga sekitar 400 kg
- Senjata yang dapat dibawa: rudal berpemandu dan bom presisi (misalnya Sadid-345).
Konfigurasi bersenjata ini memberinya kemampuan untuk mendukung operasi tempur bila diperlukan.
Peran Militer
Sejak diperkenalkan pada awal 2010-an, drone ini telah digunakan oleh IRGC dalam berbagai misi pengintaian dan serangan di kawasan konflik, termasuk di Suriah.
Dengan kemampuan endurance panjang, sensor canggih, dan kapasitas muatan yang besar untuk kelas UAV, Shahed-129 menjadi salah satu aset strategis Iran di udara. Meski ditembak jatuh oleh jet tempur AS, drone seperti ini tetap menjadi simbol berkembangnya teknologi militer Teheran.










