Chelsea Gagal Comeback di Carabao Cup, Liam Rosenior Bela Taktik Hati-Hati Lawan Arsenal

Chelsea Gagal Comeback di Carabao Cup, Liam Rosenior Bela Taktik Hati-Hati Lawan Arsenal

Olahraga | inews | Rabu, 4 Februari 2026 - 09:51
share

LONDON, iNews.id – Chelsea tersingkir dari Carabao Cup atau Piala Liga Inggris 2025-2026 usai gagal membalikkan keadaan melawan Arsenal, dan Liam Rosenior langsung membela pendekatan konservatif yang dia terapkan di leg kedua semifinal. Kekalahan ini memastikan langkah The Blues terhenti setelah agregat 4-2 berpihak pada Arsenal.

Chelsea datang ke Emirates Stadium dengan beban tertinggal 2-3 dari leg pertama. Dalam situasi tersebut, Rosenior memilih pendekatan berhitung dengan tujuan menjaga peluang tetap hidup hingga fase akhir laga.

Arsenal tampil disiplin sepanjang pertandingan. Tekanan Chelsea tidak berkembang signifikan, hingga gol telat Kai Havertz pada masa injury time menutup peluang comeback klub London Barat tersebut.

Rosenior mengubah formasi menjadi tiga bek. Strategi ini dipilih demi meredam agresivitas Arsenal dan menunggu momentum yang tepat untuk menyerang.

Masuknya Cole Palmer dan Estêvão pada menit ke-60 diharapkan membuka ruang. Namun, lini pertahanan Arsenal tetap solid sehingga Chelsea kesulitan menciptakan peluang bersih.


Rosenior Jawab Kritik Taktik

Pendekatan Rosenior menuai kritik dari sejumlah pengamat. Menanggapi hal tersebut, pelatih Chelsea itu menilai penilaian dari luar sering muncul setelah hasil akhir diketahui.

“Saya pernah menjadi pundit. Itu mudah. Mudah jika melihat ke belakang,” kata Rosenior usai laga, dikutip dari West London Sport.

“Jika saya menyerang sejak awal, menekan sangat tinggi lalu kebobolan dua gol cepat, semua orang akan berkata ‘Apa yang dia lakukan?’ Itu realitanya,” lanjut dia.

Rosenior menegaskan pekerjaannya selalu berada di bawah sorotan hasil. Menurut dia, penilaian publik sering kali ekstrem dan tidak berada di area tengah.

“Realitas pekerjaan saya, jika kalah maka akan dikritik. Jika menang, maka disebut jenius. Biasanya ada di tengah-tengah,” ucap Rosenior.

Chelsea juga menghadapi keterbatasan pemain. Reece James dan Pedro Neto absen karena cedera ringan, situasi yang ikut memengaruhi rencana permainan tim.

Rosenior mengungkap fokus utamanya menjaga aspek psikologis laga. Dia menilai atmosfer stadion dan dinamika pertandingan menjadi faktor penting dalam strategi tersebut.

“Itu rencananya. Anda melihatnya. Saya merasa aspek psikologis dari laga ini sangat penting dan terasa juga di stadion,” kata Rosenior.

Dia menilai momentum sempat berubah setelah pergantian pemain. Tekanan Chelsea meningkat meski tidak berujung gol.

“Pada menit ke-60, saya memasukkan Cole dan Estêvão dan pertandingan terbuka, kami punya momen di sekitar kotak penalti. Ada perasaan di stadion laga ini bisa berbalik,” ujarnya.

Rosenior tetap memberi apresiasi tinggi kepada para pemainnya. Dia menilai gol Arsenal lahir saat Chelsea mengerahkan seluruh daya serang di menit-menit akhir.

“Kami tidak mencapai apa yang kami inginkan. Namun saya harus memberi kredit besar kepada para pemain atas apa yang mereka berikan dalam laga ini dan pada akhirnya gol mereka datang saat kami mengerahkan semua kemampuan,” tutup Rosenior.

Topik Menarik