Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas
TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar tidak mengulangi kesalahan fatal seperti dilakukan Washington saat menginvasi Afghanistan dan Irak.
Teheran menilai tekanan militer dan ancaman perang justru akan membawa kerugian besar bagi AS, baik dari sisi biaya maupun korban jiwa.
Peringatan tersebut disampaikan misi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum lama ini di tengah meningkatnya ketegangan menyusul ancaman serangan militer AS.
Dalam pernyataannya, Iran secara khusus mengingatkan AS agar belajar dari pengalaman pahit perang di Afghanistan dan Irak. Dua invasi tersebut dinilai sebagai kesalahan strategis yang berujung pada kerugian besar bagi Washington.
“Ketika AS menyerang Afghanistan dan Irak, mereka menghabiskan lebih dari 7 triliun dolar AS dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika,” bunyi pernyataan tersebut.
Iran menegaskan tetap membuka pintu negosiasi, namun hanya jika dilakukan atas dasar kesetaraan dan saling menghormati, bukan melalui intimidasi.
“Iran siap untuk berdialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama. Namun jika didesak dengan ancaman, Iran akan membela diri dan merespons dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” demikian isi pernyataan misi Iran di PBB.
Peringatan Iran muncul setelah Presiden Trump kembali melontarkan ancaman keras pada Rabu (28/1/2026). Trump mengklaim “armada besar” militer AS sedang bergerak menuju Iran dan mendesak Teheran segera kembali ke meja perundingan.
Trump juga mengancam akan melancarkan serangan yang lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya jika Iran menolak tuntutan AS. Namun, Teheran menegaskan pendekatan militer hanya akan memperburuk situasi dan berpotensi menyeret kawasan ke dalam konflik brutal yang lebih luas.










