Pilu! Kakek di Ponorogo Dipasung selama 20 Tahun, Hidup dalam Kurungan Besi 2 Meter

Pilu! Kakek di Ponorogo Dipasung selama 20 Tahun, Hidup dalam Kurungan Besi 2 Meter

Nasional | inews | Jum'at, 30 Januari 2026 - 10:27
share

PONOROGO, iNews.id - Seorang lansia bernama Kirno harus hidup dalam kurungan besi sempit selama lebih dari dua dekade di Desa Temon, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dia dipasung keluarga diduga karena memiliki masalah kejiwaan.

Kakek Kirno sudah dipasung selama kurang lebih 20 tahun di Ponorogo. Dia hanya bisa duduk dan berbaring dalam kandang besi berukuran panjang 2 meter, lebar 0,5 meter dan tinggi 1 meter. Selama puluhan tahun, dia tidak bisa berdiri maupun keluar dari kurungan tersebut.

Pengurungan dilakukan pihak keluarga karena Kakek Kirno mengalami gangguan mental dan kerap mengamuk. Dia disebut sering menganiaya serta mengancam akan membunuh saudara dan tetangganya.

Pihak keluarga sempat membawa Kirno berobat ke rumah sakit jiwa. Namun karena kondisinya tak kunjung membaik dan dinilai terus membahayakan, keluarga akhirnya memasung dia di dalam kandang besi.

Adik kandung Kirno, Sarti, mengungkapkan pemasungan dilakukan demi keselamatan keluarga.

"Intinya begitu, dikurung karena membahayakan keluarga. Takut karena dia mengancam akan membunuh keluarga," ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Setelah lebih dari 20 tahun, kondisi kakek dipasung ini akhirnya mendapat perhatian. Kasus tersebut dilaporkan ke polisi dan ditindaklanjuti karena berkaitan dengan masalah kejiwaan.

Petugas Polres Ponorogo kemudian mengevakuasi Kirno dari kurungan besi. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan gerinda untuk membuka kandang besi tempat Kirno dipasung.

Dalam proses evakuasi, Kirno sempat melawan. Namun petugas berhasil menenangkan dan mengamankan dia dari dalam kurungan.

Selanjutnya, Kakek Kirno dibawa untuk menjalani perawatan di rehabilitasi mental Yayasan Berkas Sinar Abadi (BSA), Lamongan. Penanganan dilakukan agar dia mendapatkan perawatan medis yang layak.

Pemilik rehabilitasi mental BSA Lamongan, Ipda Purnomo, berharap kondisi Kakek Kirno dapat membaik.

"Pak Kirno ini insya Allah sudah hampir 20 tahun dipasung. Saya mohon doanya, Pak Kirno kami bawa dan kami rawat, insya Allah pulih, sehat kembali," kata Ipda Purnomo.

Keluarga berharap setelah menjalani rehabilitasi, Kakek Kirno dapat sembuh dan kembali menjalani kehidupan normal bersama masyarakat.

Topik Menarik