Cak Imin Sebut Tanpa JKN Masyarakat Sangat Rentan Terjebak Kemiskinan!
JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan pentingnya kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, warga yang tidak memiliki jaminan kesehatan sangat rentan terperosok ke dalam kemiskinan akibat beban biaya pengobatan.
Hal tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri acara Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Dalam kesempatan itu, dia mengapresiasi capaian Indonesia yang berhasil meraih Universal Health Coverage dalam kurun waktu sekitar 10 tahun.
"Kesehatan tidak bisa ditawar. Masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan sangat rentan terjebak dalam kemiskinan. Tidak hanya kehilangan kesehatan, tetapi juga kehilangan aset," ungkap Cak Imin.
Dia menilai keberhasilan UHC merupakan bukti nyata keberpihakan negara kepada kelompok masyarakat rentan agar dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya. Melalui program JKN, beban finansial akibat kebutuhan layanan kesehatan dapat ditekan secara signifikan.
Meski cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,6 persen, Cak Imin berharap angka tersebut terus meningkat.
Pemerintah menargetkan pada 2027 jumlah peserta aktif JKN mencapai 236,1 juta orang, dan pada 2029 sebanyak 99 persen masyarakat Indonesia telah terdaftar dengan tingkat keaktifan minimal 83,6 persen.
Dalam acara tersebut, Cak Imin juga memberikan apresiasi kepada 31 provinsi serta 397 kabupaten dan kota yang telah memastikan sedikitnya 98 persen penduduknya terlindungi JKN dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 80 persen. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen kepala daerah dalam melindungi rakyatnya.
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal kepesertaan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan kesehatan. Masalah antrean panjang di wilayah perkotaan serta keterbatasan fasilitas dan tenaga medis di daerah pedesaan masih menjadi pekerjaan rumah.
"Universal Health Coverage tidak akan berarti tanpa kualitas layanan yang baik. Pengalaman masyarakat saat mengakses layanan kesehatan harus sama-sama bermutu, di kota maupun di desa," tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Cak Imin mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan mampu memastikan seluruh warga memiliki perlindungan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.
"Kami ingin seluruh masyarakat terlindungi. Penghargaan ini harus menjadi pemacu bagi daerah yang belum mencapai UHC untuk segera menyusul," kata Cak Imin.










