China Terapkan Standar Wajib Sistem Kemudi Otomatis mulai Juli 2026, Dorong Keamanan Mobil Pintar
JAKARTA, iNews.id - Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China merilis standar nasional wajib Persyaratan Dasar untuk Sistem Kemudi Otomotif yang akan mulai berlaku pada 1 Juli mendatang. Regulasi ini memperjelas persyaratan teknis, metode pengujian, serta aspek keselamatan fungsional sistem kemudi elektronik atau steer-by-wire (SbW) dan sistem kemudi konvensional.
Standar tersebut mencakup ketentuan keselamatan untuk sistem kemudi tradisional hingga perangkat kemudi tambahan yang kini banyak digunakan pada kendaraan modern. Langkah ini diambil seiring pesatnya perkembangan teknologi otomotif berbasis elektronik dan perangkat lunak.
Menurut laporan China Central Television, sistem steer-by-wire berbeda dengan kemudi konvensional yang mengandalkan mekanisme mekanik dan hidrolik. Teknologi SbW sepenuhnya memanfaatkan sinyal elektronik untuk mengendalikan arah kendaraan, sehingga menawarkan presisi dan fleksibilitas yang lebih tinggi.
Seiring tren kendaraan pintar, pasar sistem steer-by-wire diproyeksikan terus tumbuh. TechSci Research memperkirakan nilai pasar SbW global meningkat dari 4,61 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 7,21 miliar dolar AS pada 2031. Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan kendaraan otonom, elektrifikasi, serta konektivitas cerdas.
Dalam standar baru tersebut, terdapat empat fokus utama. Pertama, penguatan jaminan keselamatan, yang menitikberatkan pada peningkatan ketentuan kegagalan sistem steer-by-wire. Regulasi ini mengatur strategi respons keselamatan pada berbagai skenario kegagalan, mulai dari gangguan daya hingga kegagalan transmisi kontrol dan energi.
Kedua, peningkatan mekanisme alarm, yang memperjelas metode peringatan dini terhadap penurunan kinerja atau penuaan sistem SbW. Mekanisme ini bertujuan mengurangi risiko potensial serta memastikan sistem tetap beroperasi aman dalam jangka panjang.
Ketiga, memastikan pengoperasian yang andal, dengan penekanan pada keselamatan fungsional sistem kontrol elektronik kemudi. Mengingat sistem ini sepenuhnya bergantung pada perangkat lunak, standar tersebut dirancang untuk mencegah risiko tidak wajar akibat gangguan sistem listrik atau elektronik.
Terakhir, penguatan implementasi standar, yang memuat penyesuaian persyaratan uji verifikasi keselamatan fungsional. Bagian ini memberikan dasar teknis bagi lembaga pengujian dan inspeksi dalam melakukan peninjauan dokumen, evaluasi, serta verifikasi pengujian.
Penerapan standar wajib ini diharapkan mempercepat pengembangan kendaraan pintar di China sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap teknologi kemudi otomatis yang semakin banyak digunakan di industri otomotif global.






