BGN Wajibkan Para Kepala SPPG Rutin Kunjungi Sekolah Penerima MBG

BGN Wajibkan Para Kepala SPPG Rutin Kunjungi Sekolah Penerima MBG

Terkini | inews | Minggu, 25 Januari 2026 - 10:13
share

BANYUWANGI, iNews.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengingatkan para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar rutin berkunjung ke sekolah-sekolah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan penting untuk memastikan data penerima manfaat sesuai kondisi riil serta memantau perkembangan siswa.

Selain berkoordinasi dengan para guru, Kepala SPPG diminta melakukan pendataan langsung di lapangan, termasuk memastikan jumlah penerima manfaat MBG dari dapur SPPG masing-masing dan melihat perkembangan anak-anak penerima manfaat.

Penegasan tersebut disampaikan Nanik saat memberikan pengarahan kepada para Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkopimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG, yang digelar di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026). Acara tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Dalam kesempatan itu, Nanik menyinggung viralnya pemberitaan mengenai SDN 1 Batuporo Timur di Dusun Pandiyan, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dalam video yang beredar, sekolah tersebut disebut menerima jatah MBG sebanyak 63 porsi, meskipun tidak ada aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena tidak memiliki siswa. Bahkan, salah satu ruang kelas di sekolah itu disebut digunakan untuk berkaraoke.

Berdasarkan temuan sementara, sekolah tersebut sebelumnya memiliki 12 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan, dengan tujuh orang guru. Namun, dalam perkembangannya, para siswa memilih melanjutkan belajar di madrasah dan hanya datang ke sekolah tersebut pada hari Jumat.

Munculnya kasus tersebut memunculkan anggapan bahwa BGN lemah dalam pendataan. Padahal, jarak antara SPPG dan sekolah tersebut hanya sekitar 10 menit. Namun, karena Kepala SPPG tidak pernah melakukan kunjungan ke sekolah, sementara distribusi MBG tidak dilakukan langsung ke sekolah dengan alasan akses melalui pekarangan warga, akhirnya kondisi riil di lapangan tidak diketahui.

“Ini karena SPPG malas, dan tidak mengecek ke lapangan,” kata Nanik.

Karena itu, selaku Ketua Harian Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, Nanik mewajibkan para Kepala SPPG untuk mendatangi langsung sekolah-sekolah penerima manfaat maupun posyandu. Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat koordinasi serta memperoleh data yang paling mutakhir.

“Jangan sampai terulang kasus seperti yang di Madura itu,” ujarnya.

Topik Menarik