BPBD DKI Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 27 Januari, Waspada Banjir 

BPBD DKI Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 27 Januari, Waspada Banjir 

Berita Utama | inews | Kamis, 22 Januari 2026 - 08:00
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menerbitkan peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jakarta pada 21-27 Januari 2026 mendatang. Adapun, wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di periode tersebut. 

“Waspada cuaca ekstrem Provinsi DKI Jakarta periode 21-27 Januari 2026,” tulis BPBD DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya @bpbddkijakarta yang dilihat Kamis (22/1/2026).

BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem. Selain itu, warga juga diimbau untuk selalu memantau tinggi muka air.

“Siapkan payung atau jas hujan dan tas siaga bencana. Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112,” tulis keterangan BPBD DKI. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan akan menerbitkan imbauan pekerja untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah jika banjir melanda ibu kota. Hal ini tak terlepas dari curah hujan tinggi di Jakarta yang terjadi pada 17-18 Januari 2026 lalu.

Pramono menyebut, hujan menyebabkan sejumlah ruas jalan dan permukiman warga terendam banjir yang menggangu aktivitas masyarakat. 

Dia berharap kondisi serupa tidak terulang kembali, sebab hal demikian sangat menganggu mobilitas warga, khususnya pada hari kerja. 

"Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Namun, jika kejadian serupa terjadi pada hari kerja, Pemprov DKI Jakarta akan memutuskan penerapan WFH. Hal ini juga berlaku untuk peserta didik untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," tuturnya.

Topik Menarik