Sampah Menggunung di Kramat Jati Ganggu Ekonomi Pedagang, Dina Masyusin Dorong Penanganan Cepat
JAKARTA, iNews.id - Kelancaran aktivitas pasar tradisional memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan, terutama sebagai pusat distribusi pangan dan sumber penghidupan masyarakat kecil. Ketika fungsi pasar terganggu, dampaknya langsung dirasakan oleh pedagang hingga konsumen.
Kondisi tersebut terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, di mana tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter menggunung di area tempat penampungan sementara. Bau menyengat yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memengaruhi aktivitas jual beli di dalam kawasan pasar.
Situasi ini menjadi perhatian Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo, Dina Masyusin. Dia menilai persoalan sampah yang tidak tertangani dapat berdampak langsung pada omzet pedagang serta melemahkan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi rakyat.
“Timbunan sampah di Kramat Jati memang menggunung. Hal tersebut bisa memengaruhi omzet pedagang, untuk itu Pemprov DKI atau Dinas Lingkungan Hidup harus segera mencari solusi supaya Pasar Induk Kramat Jati kembali jadi pusat pangan yang murah dan nyaman di Jakarta," ujar Dina, dikutip Jumat (3/4/2026).
Dorongan tersebut tidak hanya berhenti pada penyampaian kondisi di lapangan, tetapi juga mengarah pada perlunya langkah konkret dari pemerintah daerah. Upaya penanganan dinilai harus segera diputuskan agar persoalan tidak berlarut dan aktivitas pasar bisa kembali berjalan normal.
"Saya Dina Masyusin DPRD dari Partai Perindo, meminta pemerintah provinsi segera mengambil langkah untuk mengurai sampah di Kramat Jati,” kata Wakil Ketua Fraksi Demokrat-Perindo DPRD DKI Jakarta ini.
Penumpukan sampah yang diperkirakan mencapai ribuan ton ini terjadi akibat kendala teknis pengangkutan sejak awal Maret 2026. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat lingkungan, tetapi juga berimplikasi pada daya beli masyarakat serta keberlangsungan usaha pedagang yang bergantung pada aktivitas pasar.
Dia menegaskan perlunya langkah cepat dan terukur agar aktivitas ekonomi di pasar dapat kembali normal. Keberlanjutan ekonomi kerakyatan di kawasan tersebut sangat bergantung pada terciptanya lingkungan yang layak dan mendukung.
Selain penanganan darurat, dia juga mendorong kebijakan yang lebih sistematis agar persoalan serupa tidak berulang, termasuk penguatan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
“Betul, kami tawarkan beberapa penyelesaian. Solusi pertama penambahan armada, atau selanjutnya bisa dikelola oleh pihak ketiga. Target waktu tentunya secepat mungkin harus segera diputuskan oleh pemerintah daerah, supaya tidak terjadi masalah sama di kemudian hari,” katanya.
Penanganan yang cepat dan berkelanjutan diharapkan mampu memulihkan fungsi Pasar Induk Kramat Jati sebagai pusat distribusi pangan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di Jakarta.










