Bahlil Pastikan SPBU Swasta Masih Dapat Kuota Impor BBM Tahun Ini
JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pihaknya masih memberikan keleluasaan kepada operator SPBU swasta untuk melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) pada tahun ini.
Bahlil menyebut, pemberian kuota impor menimbang kapasitas produksi PT Pertamina (Persero) yang belum menutupi kebutuhan konsumsi BBM di dalam negeri. Terutama untuk klasifikasi BBM beroktan tinggi seperti RON 92, RON 95, atau RON98 yang biasa digunakan SPBU swasta.
"Selama kapasitas produksi kita masih kurang dibandingkan konsumsi, maka tetap kita sementara impor harus kita lakukan," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Bahlil menambahkan, dengan beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, ditargetkan tahun 2027 kebutuhan BBM beroktan tinggi seperti yang dibutuhkan SPBU swasta akan bisa dipenuhi Pertamina.
"RON 92, 95, 98, kita mau dorong agar produksinya sudah harus ada di 2027, ini kemungkinan di semester ke-2. Jadi silahkan beli di Pertamina," ujarnya.
Meski demikian, dia masih enggan merinci berapa besaran kuota impor yang didapatkan oleh operator SPBU swasta pada tahun 2026.
"Untuk swasta, tetap kuota impornya kita berikan. Tetapi kita lagi hitung range-nya berapa kepada masing-masing badan usaha swasta. Karena kapasitas produksi di Pertamina pun belum mencukupi terhadap konsumsi permintaan yang ada," ucap Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menjelaskan, Kementerian ESDM telah berkirim surat kepada operator SPBU swasta berkaitan dengan pemberian kuota impor tahun 2026.
"Proses distribusi sedang berjalan. Kan kemarin juga ditutupi pada saat Nataru, terbukti bisa terpenuhi juga," kata Laode.










