Soal Damai, Wardatina Mawa Tantang Insanul Fahmi Temui Dirinya dan Keluarga

Soal Damai, Wardatina Mawa Tantang Insanul Fahmi Temui Dirinya dan Keluarga

Gaya Hidup | inews | Selasa, 13 Januari 2026 - 21:47
share

JAKARTA, iNews.id – Wardatina Mawa menyampaikan syarat apabila Insanul Fahmi dan Inara Rusli ingin menempuh penyelesaian laporan dugaan perzinaan melalui jalur kekeluargaan atau Restorative Justice (RJ). Permintaan tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya, Dharma Praja Pratama.

Dharma mengatakan, hingga kini kliennya masih menunggu adanya itikad baik dari pihak Insanul Fahmi. Bentuk kesungguhan yang diharapkan adalah kesediaan datang langsung untuk menemui Wardatina Mawa atau keluarganya.

Menurut Dharma, apabila memang ada niat serius menyelesaikan persoalan secara damai, komunikasi sebaiknya dilakukan secara langsung tanpa perantara. Ia menilai pertemuan tatap muka akan jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar pesan atau pernyataan tidak langsung.

“Sebenarnya kalau memang ada keseriusan terhadap Restorative Justice ini, mungkin alangkah baiknya langsung saja dari pihak Insanul untuk datang ke Mawa atau kepada keluarganya langsung. Kalau bisa disampaikan secara langsung, saya rasa akan lebih baik,” ujar Dharma di kantornya di kawasan Jakarta, belum lama ini.

Dharma juga menanggapi pernyataan Inara Rusli yang menyebut komunikasi dengan Wardatina Mawa terhambat lantaran nomor ponsel dan akun media sosial mereka diblokir. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait hal tersebut.

“Soal diblokir atau tidak, saya kurang tahu. Setahu saya tidak ada seperti itu. Tapi mungkin nanti biar Mawa sendiri yang menjelaskan,” katanya.

Lebih lanjut, Dharma menegaskan bahwa kedatangan Insanul Fahmi untuk menemui keluarga Wardatina Mawa akan dipandang sebagai langkah positif. Ia memastikan pihak Mawa siap menyambut dengan baik apabila hal itu benar-benar dilakukan.

“Kalau memang ada itikad baik dari saudara Insanul, silakan datang saja. Datang kepada Mawa atau keluarganya, pasti akan diterima dengan baik,” ujarnya.

Dharma menambahkan, hingga saat ini kliennya masih membuka ruang penyelesaian secara damai. Namun, upaya tersebut harus dilandasi kesungguhan dan sikap terbuka dari pihak terlapor agar Restorative Justice benar-benar bisa menjadi jalan keluar terbaik bagi semua pihak yang terlibat.

Topik Menarik