Gila! Sir Alex Ferguson Pernah Suruh Pemain Manchester United Jual Rumah dan Anjing

Gila! Sir Alex Ferguson Pernah Suruh Pemain Manchester United Jual Rumah dan Anjing

Olahraga | inews | Senin, 12 Januari 2026 - 15:11
share

MANCHESTER, iNews.id – Sir Alex Ferguson dikenal sebagai penguasa absolut Manchester United. Dia merupakan sosok yang ucapannya diterima tanpa bantahan sepanjang 1986 hingga 2013.

Legenda asal Skotlandia itu membangun Manchester United menjadi raksasa dunia. Banyak pemain memanggilnya “bos” bahkan lebih dari satu dekade setelah pensiun, bukti kuat pengaruh dan wibawanya di ruang ganti Old Trafford.

Di bawah kendalinya, nama besar seperti Paul Scholes, Eric Cantona, dan Darren Fletcher langsung masuk daftar kesayangan. Namun, tidak semua pemain mendapat perlakuan serupa. Sebagian harus merasakan kerasnya sisi lain Ferguson.

Salah satu kisah paling ekstrem dialami Lee Sharpe. Mantan winger Manchester United itu dikenal publik sebagai figur kultus era 1990-an, meski performanya kerap naik turun akibat cedera dan inkonsistensi.

Ferguson terkenal dengan metode “hairdryer treatment”, kemarahan brutal saat pemain tampil buruk. Sharpe pernah menjadi sasaran luapan emosi tersebut dalam satu kejadian yang kini dikenang sebagai cerita paling gila di era kejayaan United.

Disuruh Jual Rumah, Mobil, dan Anjing Usai Lawan Liverpool

Sharpe mengungkap kisah itu dalam podcast Sacked in the Morning. Performa buruknya saat melawan Liverpool di Anfield memicu hukuman ekstrem dari Ferguson, sampai urusan pribadi ikut diseret.

“Dari atas sampai bawah, dia mengendalikan klub,” kata Sharpe dikutip dari Give Me Sport.

Dia mengaku sempat diizinkan tinggal bersama pacarnya sejak usia 18 tahun, setelah mendapat restu langsung dari Ferguson.

“Dia bilang akan mengizinkan asal kami serius menikah. Tapi dia juga mengingatkan, kalau performa saya turun, saya akan kembali tinggal di mess klub. Saya pikir itu tidak akan jadi masalah,” ujar Sharpe.

Masalah muncul saat Ferguson mengubah formasi menghadapi Liverpool. Sharpe dan Ryan Giggs kebingungan menjalankan peran di lapangan.

“Saya dan Ryan berlarian tanpa tahu siapa yang harus dijaga. Di babak pertama, permainan benar-benar lewat begitu saja,” tutur Sharpe.

Di ruang ganti, Ferguson meledak. “Dia bilang, kurang lebih, ‘Kalian benar-benar tidak berguna’,” kenang Sharpe.

Amukan itu berlanjut jauh melampaui sepak bola. Ferguson memberi perintah ekstrem.

“Besok kamu jual rumahmu, jual mobilmu, jual anjingmu. Kirim pacarmu pulang ke Birmingham. Kamu kembali ke mess,” ucap Sharpe menirukan perintah Ferguson.

Sharpe mengaku langsung mematuhi instruksi tersebut. “Saya pulang, bilang ke pacar saya harus pulang. Selesai sudah,” katanya.

Situasi makin canggung. Setiap pekan di sesi latihan, Ferguson terus menyindirnya.

“Dia selalu bertanya, ‘Sudah menikah belum?’ Saya jawab, ‘Menikah? Anda yang mengusir pacar saya!’” ujar Sharpe.

Meski pernah menjadi poster boy Manchester United era 90-an, hubungan Sharpe dan Ferguson tak pernah benar-benar hangat. Dalam podcast Quickly Kevin; Will He Score?, Sharpe mengaku pernah diabaikan Ferguson saat bertemu di acara klub.

“Saya bertemu dia di acara golf Manchester United. Dia setengah menyapa sambil berjalan. Sebelumnya malah benar-benar mengabaikan saya,” kata Sharpe.

Namun, Sharpe menegaskan perpisahan mereka tetap profesional saat dia dijual ke Leeds United dengan nilai 4,5 juta poundsterling.

“Dia bilang, ‘Kamu tidak pernah bikin masalah di klub ini. Terima kasih atas jasamu. Kalau butuh apa pun, kami ada,’” ucap Sharpe.

Ketegangan kembali muncul setelah Sharpe merilis buku My Idea of Fun pada 2005 dan menyebut Ferguson sebagai “perundung”.

“Saya dengar dia marah karena itu. Mungkin itu alasan dia menjaga jarak,” tutup Sharpe, salah satu figur yang terlupakan dalam era keemasan Sir Alex Ferguson.

Topik Menarik