Korban Tewas Demonstrasi Rusuh di Iran Nyaris 500 Orang
TEHERAN, iNews.id - Korban tewas akibat demonstrasi berdarah di Iran mendekati angka 500 orang, demikian laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Data tersebut dihitung hingga Minggu (11/1/2026) atau 2 pekan pecahnya demonstrasi.
Selain itu, setidaknya 10.681 demonstran ditangkap dengan berbagai tuduhan. Mereka berasal dari berbagai kota.
Video dari Provinsi Teheran yang beredar di media sosial menunjukkan, warga mendatangi Pusat Medis Forensik Kahrizak untuk mencari kerabat mereka di antara puluhan jenazah.
Rekaman yang telah diverifikasi kebenarannya oleh CNN menunjukkan, kerumunan orang berkumpul di depan monitor menampilkan foto-foto korban tewas. Informasi yang terlihat di layar menunjukkan data 250 jenazah.
Gambar lain menunjukkan aktivitas di fasilitas forensik, orang-orang berkumpul di sekitar jenazah yang dimasukkan dalam kantong mayat di koridor luar gedung.
Kantor berita Tasnim melaporkan padatnya kondisi di fasilitas tersebut. Disebutkan, para korban tewas yang berada di fasilitas itu adalah warga biasa yang ikut-ikutan dalam demonstrasi.
Menurut laporan Tasnim, keluarga korban tewas mengungkapkan, mereka sebenarnya bukan demonstran, bahkan tidak berniat untuk mengikuti berdemonstrasi, namun terbawa.
Seorang pria yang duduk di lantai di samping jenazah dalam kantong hitam memberi tahu Tasnim sambil menangis, orang yang dicintainya terkena lemparan batu di kepala oleh orang tak dikenal dari atas gedung. Dia menegaskan korban adalah orang yang pro-pemerintah.
Media pemerintah Iran lainnya mengungkap, para demonstran membekali diri dengan senjata. Mereka bentrok dengan pasukan keamanan bahkan berusaha menguasai pangkalan [militer atau semacamnya.
Kaninet Iran memgumumkan hari berkabung nasional selama 3 hari untuk menghormati mereka yang tewas dalam demonstrasi.










