Banjir Bengawan Jero Lamongan Meluas Rendam 25 Desa, Aktivitas Warga Lumpuh

Banjir Bengawan Jero Lamongan Meluas Rendam 25 Desa, Aktivitas Warga Lumpuh

Nasional | inews | Minggu, 11 Januari 2026 - 17:49
share

LAMONGAN, iNews.id – Banjir luapan Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, semakin meluas. Hingga Minggu (11/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mencatat, banjir kini telah merendam 27 desa di lima kecamatan dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp4 miliar. 

Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa pekan terakhir memicu peningkatan debit air anak sungai Bengawan Solo tersebut hingga meluap ke pemukiman dan lahan produktif milik warga. 

Dampak ekonomi yang paling terpukul berada pada sektor pertanian dan perikanan. Tercatat sebanyak 12 ribu hektar lahan sawah dan tambak di Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah kini menyerupai lautan. 

Kepala BPBD Lamongan, M Naim mengatakan, selain lahan produktif, sebanyak 1.840 rumah warga juga terdampak genangan air. 

"Kerugian materiil yang ditimbulkan cukup signifikan, mencapai angka 4 miliar rupiah akibat gagal panen dan kerusakan infrastruktur," ujar M Naim, Minggu (11/1/2026). 

Banjir juga melumpuhkan akses transportasi utama. Sejumlah jalan desa dan jalan penghubung antar-kecamatan terendam cukup dalam, membuat kendaraan bermotor tidak dapat melintas. Kondisi ini memaksa warga beralih menggunakan perahu kayu untuk mobilitas sehari-hari dan mendistribusikan kebutuhan logistik. 

Memasuki pekan ketiga banjir, warga mulai mengeluhkan kondisi kesehatan yang menurun. Di Kecamatan Kalitengah, banyak warga yang mulai menderita penyakit kulit akibat terlalu lama bersentuhan dengan air kotor. 

"Warga sangat berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan obat-obatan. Saat ini penyakit kulit atau gatal-gatal mulai mewabah karena genangan air sudah bertahan lebih dari tiga minggu," ungkap salah seorang warga terdampak.

BPBD Lamongan bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus berupaya meminimalisir dampak luapan dengan mengoptimalkan penggunaan pompa air di titik-titik krusial. Namun, tingginya debit air kiriman dan intensitas hujan yang masih berlangsung menjadi tantangan besar dalam upaya penyusutan air. 

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan ketinggian air dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.

Topik Menarik