Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
BANDUNG, iNews.id - Seorang pasien diduga terpapar virus super flu meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. Pasien tersebut merupakan satu dari 10 orang yang dirawat dengan gejala Influenza A H3N2 subclade K, yang belakangan dikenal luas oleh masyarakat sebagai virus super flu.
Pihak RSHS Bandung menegaskan bahwa hingga kini masih dilakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian pasien terpapar virus super flu meninggal di Bandung tersebut. Rumah sakit belum dapat menyimpulkan apakah virus menjadi penyebab langsung kematian pasien.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Reemerging (Pinere) RSHS Bandung, dr Yovita Hartantri, mengungkapkan bahwa dari total 10 pasien dengan gejala virus super flu yang dirawat, dua orang mengalami kondisi berat.
Satu pasien dirawat di ruang High Care, sementara satu pasien lainnya harus mendapatkan penanganan di ruang perawatan intensif. Pasien yang dirawat di ruang intensif tersebut kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Meski demikian, RSHS Bandung menegaskan bahwa status pasien terpapar virus super flu meninggal di Bandung belum bisa dipastikan sepenuhnya disebabkan oleh virus tersebut.
Dalam penjelasannya, dr Yovita Hartantri mengatakan pasien yang meninggal diketahui memiliki sejumlah penyakit penyerta atau komorbid yang cukup berat, sehingga memperburuk kondisi kesehatannya.
"Pasien yang masuk perawatan intensif dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain, ada stroke, jantung dan terakhir infeksi gagal ginjal juga," ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Dia menambahkan bahwa hingga kini pihak rumah sakit belum dapat menyatakan virus super flu sebagai penyebab utama kematian pasien.
"Jadi apakah itu langsung disebabkan virus kita tidak bisa menyatakan, karena dia (pasien) memang memiliki komobid yang banyak," katanya.
Menurutnya, keberadaan penyakit penyerta membuat kondisi pasien menjadi jauh lebih kompleks, sehingga kematian tidak bisa serta-merta disimpulkan akibat virus super flu semata.
Pihak RSHS Bandung menyampaikan bahwa pasien terpapar virus super flu meninggal di Bandung tidak serta-merta menunjukkan bahwa virus tersebut lebih berbahaya dibandingkan Covid-19. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kelompok rentan seperti lansia dan pasien dengan penyakit penyerta diminta lebih berhati-hati apabila mengalami gejala flu berat.
RSHS Bandung mengingatkan masyarakat agar tidak panik menyikapi informasi mengenai pasien terpapar virus super flu meninggal di Bandung. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat yang tidak kunjung membaik.
Selain itu, masyarakat diimbau tetap menjalani pola hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan kewaspadaan yang tepat dan penanganan medis yang cepat, risiko dampak serius akibat virus super flu dapat ditekan.










