Kronologi Pelajar SMA Tewas Diterkam Buaya di Maluku Barat Daya, Diserang di Sungai
MALUKU BARAT DAYA, iNews.id – Seorang pelajar SMA tewas diterkam buaya saat membersihkan diri di sungai di Kabupaten Maluku Barat Daya. Korban ditemukan meninggal dunia sehari setelah kejadian dengan kondisi mengapung di permukaan sungai.
Korban diketahui berusia 17 tahun dan merupakan warga Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya. Peristiwa tragis pelajar SMA tewas diterkam buaya di Maluku Barat Daya ini terjadi di Sungai Letahu.
Berdasarkan keterangan warga, korban yang akrab disapa James sebelumnya memotong rumput di halaman rumah. Setelah itu, dia berpamitan kepada keluarga untuk membersihkan diri di sungai.
Saat membersihkan tubuh di Sungai Letahu, korban tiba-tiba diterkam seekor buaya berukuran besar dengan panjang sekitar 5 meter. Kejadian pelajar SMA tewas diterkam buaya tersebut disaksikan dua orang ibu rumah tangga yang sedang mencuci pakaian di sungai yang sama.
Warga sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, buaya tersebut langsung memutar badan dan menyeret tubuh korban ke dasar sungai dengan kedalaman sekitar dua meter hingga korban dan buaya menghilang dari permukaan.
Pencarian terhadap korban pelajar SMA tewas diterkam buaya ini kemudian dilakukan oleh warga setempat. Dua unit ekskavator dikerahkan untuk membantu menguras air sungai selama kurang lebih 24 jam.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Tubuh korban ditemukan mengapung di permukaan sungai dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban kemudian dievakuasi oleh warga.
Jenazah korban pelajar SMA tewas diterkam buaya selanjutnya dibawa ke Puskesmas Lurang untuk dilakukan pemeriksaan medis. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, buaya berukuran sekitar 5 meter yang diduga menerkam korban berhasil ditangkap warga menggunakan alat setrum dan tali. Buaya tersebut kemudian dibunuh untuk menghindari terjadinya kejadian serupa.
Peristiwa pelajar SMA tewas diterkam buaya di Maluku Barat Daya ini membuat warga sekitar sungai diimbau lebih waspada, terutama saat beraktivitas di aliran sungai yang diketahui menjadi habitat buaya.









