Tanggul Sungai Bremi Jebol, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Pekalongan

Tanggul Sungai Bremi Jebol, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Pekalongan

Nasional | inews | Kamis, 8 Januari 2026 - 15:17
share

PEKALONGAN, iNews.id – Banjir merendam ratusan rumah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, setelah tanggul Sungai Bremi jebol. Ketinggian air mencapai 80 cm hingga membuat aktivitas warga terganggu.

Selain merendam ratusan rumah warga, fasilitas pendidikan seperti SD Negeri Pabean kini lumpuh total setelah seluruh ruang kelasnya diterjang air bah yang datang tiba-tiba.

Hingga Kamis (8/1/2026), aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terpaksa dihentikan dan dialihkan ke metode daring (online).

Ketinggian air di dalam ruang kelas SDN Pabean bervariasi antara 20 hingga 60 centimeter. Air yang masuk secara mendadak membuat pihak sekolah tidak sempat menyelamatkan seluruh aset. Akibatnya, meja, kursi, buku pelajaran, almari, hingga peralatan elektronik dilaporkan terendam banjir.

Kepala SDN Pabean Kota Pekalongan, Haryanto, mengonfirmasi, saat ini bangunan sekolah beralih fungsi menjadi posko darurat. 

"Kegiatan belajar tidak bisa dilakukan di kelas. Sebagian ruang kelas di lantai dua kini kami gunakan untuk menampung warga yang mengungsi," katanya.

Puluhan warga kini bertahan di dua titik pengungsian utama, yakni SDN Pabean dan masjid setempat. Para pengungsi mulai mengeluhkan minimnya fasilitas dan bantuan yang masuk. 

Banyak warga yang keluar dari rumah tanpa sempat membawa pakaian atau barang berharga karena air sungai yang langsung menerjang pemukiman.

Nela, salah satu warga di pengungsian, mengungkapkan kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini. 

"Barang-barang di rumah hanyut dan terendam. Kami sangat butuh selimut, obat-obatan, susu bayi, popok, dan alat mandi. Sampai sekarang bantuan masih terbatas," tuturnya.

Di lokasi tanggul yang jebol, petugas gabungan dari BPBD Kota Pekalongan, TNI, Polri, relawan, hingga warga terus berjibaku melakukan penutupan darurat. Penutupan dilakukan secara manual menggunakan ribuan karung berisi tanah dan pasir (sandbag).

Kepala BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto mengatakan, posisi Sungai Bremi memang sudah berada di atas ketinggian pemukiman akibat fenomena rob dan penurunan tanah yang masif.

"Kami fokus menutup titik yang jebol menggunakan tanggul darurat. Diperkirakan proses ini memakan waktu tiga hari. Kami berharap dengan tertutupnya tanggul ini, aliran air bisa dikendalikan dan banjir tidak semakin meluas ke wilayah lain," kata Budi.

Diketahui, tanggul sepanjang 3 kilometer yang membentang di sisi Sungai Bremi memiliki beberapa titik rawan yang berisiko kembali jebol jika debit air terus meningkat. Petugas terus memantau titik-titik rawan tersebut sembari menunggu air di pemukiman mulai surut.

Topik Menarik