Bobby Nasution Gratiskan Biaya SMA-SMK di 6 Daerah Terdampak Bencana

Bobby Nasution Gratiskan Biaya SMA-SMK di 6 Daerah Terdampak Bencana

Nasional | inews | Senin, 5 Januari 2026 - 19:00
share

MEDAN, iNews.id - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menerapkan kebijakan sekolah gratis untuk jenjang SMA dan SMK mulai tahun 2026 di Kepulauan Nias serta wilayah yang terdampak bencana alam. Kebijakan sekolah gratis tersebut diumumkan langsung Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam acara Peresmian Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMK Negeri 7 Medan, Minggu (4/1/2026).

Bobby Nasution menjelaskan, keputusan ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap dampak banjir dan longsor yang melanda Sumut pada awal tahun. Tercatat, sebanyak 50 SMA dan SMK terdampak bencana alam.

Wilayah yang masuk dalam program sekolah gratis Sumut meliputi Kepulauan Nias, Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta Kota Sibolga.

“Semester genap dimulai dan Pemprov Sumut sudah siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Meski ada dua sekolah yang belum bisa beraktivitas maksimal karena dampak bencana yang besar, kami pastikan penanganan terus berjalan Pak Menteri,” ujar Bobby Nasution.

Bobby menegaskan, Kepulauan Nias mendapat perhatian khusus dalam kebijakan sekolah gratis karena masih terdapat sejumlah desa tertinggal yang membutuhkan intervensi serius di sektor pendidikan.

“Di Kepulauan Nias masih ditemukan desa tertinggal yang butuh perhatian penuh. Kami akan menggratiskan biaya sekolah di sana, serta membangun sekolah unggulan dan sekolah rakyat untuk mendukung visi Presiden,” katanya.

Selain pembebasan biaya pendidikan, Pemprov Sumut juga merencanakan pembangunan infrastruktur pendidikan baru guna meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran di wilayah tersebut.

Bobby turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumut.

“Kami ingin daerah kami memiliki SDM yang unggul. Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat bagi pendidikan di Sumut,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran revitalisasi sebesar Rp852 miliar untuk 897 satuan pendidikan di Sumut. Selain itu, sebanyak 1.778 papan interaktif digital telah disalurkan untuk mendukung digitalisasi pembelajaran pada semester genap 2026.

“Secara nasional, anggaran revitalisasi mencapai Rp16,9 triliun untuk 16 ribu sekolah. Kami berharap bantuan ini, termasuk papan interaktif digital di Sumut, dapat segera digunakan secara maksimal,” ujar Abdul Mu'ti.

Program sekolah gratis diharapkan mampu menjamin keberlangsungan pendidikan bagi siswa di wilayah terpencil dan terdampak bencana, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan daerah dalam jangka panjang.

Topik Menarik