Bosan Duel Satu Tim! Duel Marquez vs Bezzecchi Diprediksi Panaskan Persaingan MotoGP 2026
ROMA, iNews.id – Mantan pembalap MotoGP asal Italia, Luca Cadalora, melontarkan harapan menarik jelang musim MotoGP 2026. Ia menginginkan terciptanya duel panas antara Marc Marquez dan Marco Bezzecchi, sekaligus menegaskan kebosanannya melihat persaingan antar pembalap dari tim yang sama.
Musim MotoGP 2025 sendiri ditutup dengan dominasi penuh Ducati. Pabrikan asal Italia tersebut sukses menyabet gelar juara konstruktor, sekaligus mengunci dua posisi teratas klasemen akhir pembalap.
Marc Marquez, yang membela tim pabrikan Ducati Lenovo, tampil sebagai juara dunia. Sementara itu, adiknya, Alex Marquez, yang memperkuat Gresini Ducati, finis di posisi kedua.
Catatan ini mencetak sejarah baru di MotoGP, karena untuk pertama kalinya kakak beradik menguasai peringkat satu dan dua klasemen akhir.
Adapun posisi ketiga ditempati Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Menurut Cadalora, akhir musim MotoGP 2025 terasa antiklimaks, terutama karena performa Bezzecchi dan Aprilia sebenarnya mampu memberikan tekanan serius kepada Ducati.
Hasil Lengkap Liga Inggris Semalam: Man City Menangi Drama 9 Gol Vs Fulham, Haaland Bikin Rekor!
"Ini menarik karena berakhir dengan klimaks yang hebat antara Aprilia dan Bezzecchi, dan Anda tahu, di rumah, di depan TV, kita suka melihat pertarungan," kata Cadalora dikutip dari Motosan, Jumat (2/1/2026).
Meski mengapresiasi persaingan tersebut, Cadalora menilai duel akan terasa jauh lebih menarik jika melibatkan pembalap dari pabrikan yang berbeda, bukan rekan setim dengan motor serupa. Karena itu, ia berharap MotoGP 2026 menghadirkan rivalitas lintas tim pabrikan.
"Jadi, jika itu dua pabrikan alih-alih pembalap dengan motor yang sama, mungkin kita akan lebih menikmatinya, jadi mengapa tidak? Mengapa tidak mengharapkan duel yang hebat? Márquez, Bezzecchi, Ducati, Aprilia, itu akan menjadi yang terbaik bagi kita para penggemar," tutur Cadalora.
Tak hanya itu, mantan pembalap Yamaha tersebut juga berharap Francesco Bagnaia bisa bangkit dan kembali meramaikan perebutan gelar juara dunia. Meski sempat mengalami musim sulit, Bagnaia tetap mengakhiri MotoGP 2025 di posisi kelima klasemen akhir.
"Saya harap Bagnaia bisa kembali menemukan sentuhan dan daya saingnya, dan mengapa tidak, saya pikir dia memiliki setiap kesempatan. Itu saja," pungkasnya.
Dengan potensi rivalitas lintas pabrikan dan kembalinya para pembalap top ke performa terbaik, MotoGP 2026 diyakini akan menyajikan persaingan yang lebih panas dan menghibur bagi para penggemar balap motor dunia.










