Gunung Semeru Meletus Lagi di Awal 2026, Kolom Abu Setinggi 600 Meter
LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali meletus, Jumat (2/1/2026) pagi ini. Letusan menyemburkan kolom abu vulkanis yang mencapai ketinggian signifikan sekitar 600 meter.
Aktivitas vulkanis ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat setempat dan petugas pemantauan bencana.
Menurut laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Semeru terjadi tepat pada Jumat, 2 Januari 2026, pukul 06:57 WIB. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung yang berada pada ketinggian 4.276 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanis berwarna kelabu dengan intensitas tebal terlihat mengarah ke timur laut, berpotensi memengaruhi visibilitas dan kualitas udara di sekitar area tersebut.
Data seismograf mencatat amplitudo maksimum erupsi Gunung Semeru ini sebesar 22 mm dengan durasi sekitar 105 detik. Laporan ini disusun oleh petugas PVMBG, Yadi Yuliandi yang memantau aktivitas gunung secara langsung.
Meski erupsi ini tergolong sedang, dampaknya bisa meluas jika tidak diantisipasi dengan baik.
PVMBG menekankan pentingnya menjauhi zona bahaya untuk mencegah korban jiwa. Rekomendasi utama agar menghindari segala aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak sebagai pusat erupsi Gunung Semeru.
Di luar radius tersebut, jangan mendekati tepi sungai dalam jarak 500 meter karena risiko perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Jangan beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru, mengingat bahaya lontaran batu pijar yang bisa membahayakan nyawa.
Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang bermuara dari puncak Gunung Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan cabang dari Besuk Kobokan.










