Pengamat Sebut Pemilu 2024 Terburuk, Muncul Nepotisme hingga Masalah Sirekap

Pengamat Sebut Pemilu 2024 Terburuk, Muncul Nepotisme hingga Masalah Sirekap

Berita Utama | inews | Kamis, 22 Februari 2024 - 14:45
share

JAKARTA, iNews.id - Direktur Lingkar Mardani, Ray Rangkuti mengatakan Pemilu 2024 menjadi pesta demokrasi terburuk sepanjang reformasi. Menurutnya, setiap tahapan Pemilu 2024 bermasalah.

Ray menjelaskan, penyelenggaraan Pemilu 2024 yang berantakan bahkan terendus oleh lembaga pemantau asing, semisal Asian Network for Free Elections (ANFREL).

“Sepanjang sejarah reformasi, Pemilu 2024 adalah pemilu terburuk berdasarkan indikator moral dan teknis,” ujar Ray dalam Diskusi Gerakan untuk Indonesia yang Adil dan Demokratis (GIAD) melansir kanal YouTube Para Syndicate, Kamis (22/2/2024).

Menurut dia, sejumlah indikator yang digunakan untuk melabeli hancurnya moral pada Pemilu 2024 antara lain seperti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Ketentuan Tambahan Pengalaman Menjabat dari Keterpilihan Pemilu dalam Syarat Usia Minimal Capres/Cawapres

Ray mengatakan, putusan itu dimanfaatkan untuk memuluskan jalan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang baru dua tahun menjabat sebagai Wali Kota Solo untuk maju sebagai cawapres.

“Dan ini membesarkan praktik nepotisme, dan kuatnya dugaan keterlibatan presiden yang secara aturan tidak salah, tetapi secara moral bermasalah,” ujarnya.

Selain itu, Ray mengatakan hampir setiap tahapan pada Pemilu 2024 memiliki masalah serius. Mulai dari verifikasi partai politik (parpol) dalam pendaftaran parpol peserta pemilu.

"Masalah serius lainnya hingga rekapitulasi suara dihentikan di tingkat kecamatan dengan alasan sistem rekapitulasi suara Pemilu 2024 atau Sirekap eror," ujar Ray.

Topik Menarik