Wall Street Ditutup Melemah, Sektor Teknologi Kembali Melanjutkan Aksi Jual
IDXChannel - Bursa saham AS atau Wall Street ditutup melemah, sektor teknologi kembali berada di bawah tekanan dan melanjutkan aksi jual tajam dari pekan lalu.
Kabar mengenai penggalangan utang tambahan oleh perusahaan berskala besar (hyperscaler) di bidang kecerdasan buatan (AI), serta informasi terbaru mengenai kondisi keuangan Anthropic, terus membebani sentimen terhadap sektor AI. Meskipun di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan sedikit sentimen positif.
Dilansir dari laman Investing Selasa (3/11/2026), para investor kini menantikan laporan kinerja kuartalan Apple yang akan dirilis setelah penutupan pasar. Raksasa produsen iPhone ini dipandang sebagai tempat berlindung yang aman di tengah gejolak sektor AI.
Pekan ini juga akan diwarnai oleh pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) AS yang krusial pada hari Selasa. Hasil pemilihan ini berpotensi memicu perubahan kebijakan di masa depan yang dapat memengaruhi berbagai sektor.
Pada pukul 14:34 ET (19:34 ET), indeks acuan S&P 500 turun 0,1 persen ke level 7.572,54 poin, menghapus kenaikan yang sempat mencapai 1,1 persen. Indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi kini melemah 0,4 persen ke level 25.329,99 poin, berbalik dari kenaikan yang sempat mencapai 1,4 persen. Sementara itu, indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average naik 0,7 persen ke level 52.115,90 poin.
Pada hari Jumat, indeks NASDAQ anjlok 2,9 persen, mencatatkan kinerja harian terburuk sejak awal Juni. Secara keseluruhan, indeks tersebut merosot lebih dari 5 persen sepanjang bulan Oktober (kinerja bulanan terburuk sejak Maret 2025).
Adapun indeks S&P turun 0,9 persen dalam bulan yang sama, sementara indeks Dow justru melawan tren dengan mencatatkan kenaikan 1,7 persen.
Penurunan tajam pada sektor yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) menjadi tema utama sepanjang Oktober. Menjelang musim laporan laba kuartal ketiga, sentimen terhadap AI sudah cenderung negatif di tengah kekhawatiran mengenai persaingan dari China serta kecemasan terkait besarnya utang yang diterbitkan perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur AI mereka.
Selanjutnya, laporan kuartalan yang dirilis dalam dua minggu terakhir oleh sejumlah perusahaan besar di sektor AI pun gagal memperbaiki sentimen pasar.
Meta Platforms mencatatkan arus kas negatif kuartalan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, dan komitmen masa depan yang sangat besar terkait pusat data serta komputasi kecerdasan buatan (AI) telah membuat sebagian investor cemas.
Perusahaan induk Facebook dan Instagram ini juga mengungkapkan rencana untuk melakukan salah satu penggalangan dana ekuitas terbesar dalam sejarah korporasi guna mendanai ambisi AI-nya.
Sementara itu, saham Alphabet mencatatkan penurunan harian (intraday) terburuk yang pernah ada, dengan nilai pasar yang terpangkas sekitar setengah triliun dolar.
Unit bisnis utama perusahaan raksasa teknologi ini, yaitu iklan pencarian (search advertising), tumbuh dengan laju paling lambat dalam lima kuartal terakhir, di saat perusahaan terus memaparkan rencana investasi besar-besaran di bidang AI.
Di sisi lain, Microsoft tetap mempertahankan strategi pengeluaran AI-nya dan mencatatkan pertumbuhan yang solid pada bisnis komputasi awan (cloud) Azure. Meski demikian, raksasa perangkat lunak ini menyelesaikan penerbitan obligasi senilai USD25 miliar untuk mendanai pengembangan AI.
Terakhir, arus kas bebas negatif Amazon yang membengkak akibat tingginya pengeluaran untuk AI menutupi pencapaian pertumbuhan pendapatan tercepat dalam lima tahun terakhir pada unit bisnis komputasi awan Amazon Web Services.
Di saat yang sama, saham Intel anjlok setelah kinerjanya terpukul oleh lemahnya permintaan prosesor komputer pribadi serta kendala rantai pasok untuk cip pusat data yang krusial.
Pada hari Senin, Oracle menjadi perusahaan penyedia infrastruktur skala besar (hyperscaler) terbaru di bidang AI yang mengumumkan penawaran saham senilai USD10 miliar, disertai dengan penerbitan obligasi senilai USD10 miliar.
Secara terpisah, dokumen regulasi yang diperbarui dari Anthropic (pengembang model AI Claude) menunjukkan pendapatan kuartal ketiga mencapai sekitar USD17 miliar, meningkat lebih dari dua belas kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, dokumen tersebut juga mengungkapkan komitmen pengeluaran yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni sekitar USD895,4 miliar, yang terkait dengan kapasitas komputasi serta kemitraan pusat data dengan berbagai perusahaan penyedia infrastruktur skala besar (hyperscaler).
(kunthi fahmar sandy)








