LPEI Perkuat Akses Pembiayaan dan Dorong Diversifikasi Pasar Ekspor lewat Program PKE
IDXChannel - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus memperkuat akses pembiayaan dan diversifikasi pasar ekspor nasional melalui Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE). Hingga saat ini, program PKE telah mencakup lebih dari 30 jenis komoditas dengan jangkauan lebih dari 90 negara tujuan ekspor.
Analis Keuangan Negara DJPPR Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sutarso menegaskan pentingnya menjaga kinerja para eksportir sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dan penyumbang devisa negara.
“Pemerintah memandang bahwa kinerja ekspor perlu terus dijaga agar perekonomian nasional tetap tumbuh dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Untuk itu, melalui Program Penugasan Khusus Ekspor, pemerintah menugaskan LPEI menyediakan fasilitas pembiayaan, penjaminan, dan asuransi bagi kegiatan ekspor yang dinilai penting bagi kepentingan nasional, sehingga produk Indonesia semakin berdaya saing dan pasar ekspor semakin beragam,” kata Sutarso dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).
Presiden Prabowo Sambangi Kediaman Megawati untuk Sampaikan Belasungkawa Dampingi Puan dan Dasco
“Kebijakan program ini dirumuskan secara lintas kementerian dan terus dievaluasi agar tetap selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan kepentingan nasional,” ujarnya.
Capaian program ini juga menegaskan peran PKE sebagai instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan, mendorong penembusan pasar baru, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional.
Dukungan berupa fasilitas pembiayaan, penjaminan, hingga asuransi diberikan untuk proyek ekspor berisiko tinggi atau yang menghadapi tantangan kelayakan komersial namun bernilai strategis bagi negara.
Department Head of National Interest Account (NIA), Business Ecosystem & Partnership LPEI Agnes Rahadian mengatakan, pembiayaan PKE telah berhasil mengantarkan berbagai komoditas unggulan nasional seperti rempah-rempah, furnitur, hingga produk industri strategis, menjangkau pasar nontradisional. Wilayah tujuan mencakup kawasan Afrika, Amerika Selatan, hingga Asia Selatan.
Agnes merinci, terdapat tiga jenis fasilitas PKE yang dapat diakses langsung oleh pelaku usaha, yaitu PKE UKM, PKE Kawasan, dan PKE Trade Finance.
Breaking News: Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Ketiga skema tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi permintaan pembeli (buyer), serta menjaga kelancaran arus kas bisnis di tengah dinamika eksternal.
Manfaat nyata fasilitas ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha nasional. Pendiri dan Direktur CV Home Fashions Indonesia, Erry Kurnia Mahardika mengungkapkan bahwa pembiayaan dari LPEI menjadi penyelemat arus kas perusahaannya di tengah ketidakpastian geopolitik global.
“Awalnya saya mengenal LPEI melalui kegiatan coaching. Pada saat itu, saya belum memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari LPEI. Namun, pada 2025, ketika situasi geopolitik global tidak menentu, kami menghadapi kendala cash flow dan membutuhkan alternatif pembiayaan dengan biaya yang kompetitif. Melalui LPEI, kami mendapatkan pembiayaan dengan tingkat bunga yang kompetitif sehingga sangat membantu menjaga cash flow dan keberlanjutan usaha kami,” kata Erry.
Hal senada disampaikan oleh CEO PT Agrofarm Nusa Raya, Tien Trisna Mardiana, yang memanfaatkan skema PKE untuk menopang ekspansi bisnis ekspor pupuk.
“Awalnya saya memanfaatkan Program Penugasan Khusus Ekspor setelah dipertemukan oleh Kementerian Perdagangan dengan LPEI. Sejak saat itu hingga hari ini, saya merasa sangat terbantu dengan adanya program PKE, terutama dalam mendukung keberlanjutan usaha kami di bidang ekspor pupuk,” ujar dia.
Melalui penguatan PKE dan sinergi bersama Kementerian Keuangan serta instansi terkait, LPEI berkomitmen terus mengoptimalkan perannya sebagai Export Credit Agency (ECA) Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekspor nasional secara berkelanjutan.
(Dhera Arizona)










