Bahlil Pertimbangkan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga
IDXChannel - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk menjaga ketersediaan pasokan gas di dalam negeri yang mulai terbatas.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia membuka peluang untuk menutup keran ekspor gas ke negara tetangga. Namun, dia tak menyebut negara yang dimaksud.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat disinggung soal pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut jika Indonesia saat ini berada dalam mode bertahan (survival).
"Ya memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival," kata Bahlil usai sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi Dan Transisi Energi itu juga menyinggung soal negara tetangga yang memberikan pandangan miring kepada Indonesia. Dia mengingatkan kepada negara tersebut untuk berhati-hati.
"Jadi kalau negara-negara lain mau (memberikan) pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas, saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya," tuturnya.
Sebelumnya, wacana penghentian kontrak ekspor gas ke Singapura beredar di tengah terbatasnya pasokan gas di dalam negeri, terutama yang melalui pipa. Saat ini, pemasok gas seperti Medco E&P Grissik memiliki kontrak ekspor gas ke Singapura yang berakhir pada 2028.
Berdasarkan data SKK Migas, Indonesia memasok hampir 60 persen kebutuhan gas Singapura, terutama dari Pulau Sumatera (Blok Corridor dan Blok Jabung) dan Laut Natuna Barat.
(Rahmat Fiansyah)










