Tekanan Dana Asing di Pasar Saham Berlanjut, SRBI dan SBN Masih Diminati
IDXChannel - Aliran dana asing di pasar saham Indonesia masih tertekan pada Oktober 2026 di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Namun, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) masih mencatatkan masuknya aliran dana asing.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk menjaga ketahanan eksternal di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Pada triwulan III 2026, investasi portofolio asing mencatat arus keluar bersih (net outflows) sebesar USD80 juta. Arus keluar tersebut terutama dipicu oleh pelepasan saham oleh investor asing seiring tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
"Tekanan terhadap aliran dana asing di pasar saham berlanjut pada Oktober 2026. Di sisi lain, SRBI dan SBN justru mencatat aliran masuk dana asing (inflows)," kata Destry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan Oktober 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Perkembangan tersebut membuat investasi portofolio asing secara keseluruhan pada triwulan IV-2026 hingga 19 Oktober mencatat arus masuk bersih sebesar USD660 juta.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD3,55 miliar pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan surplus pada Juli 2026 sebesar USD120 juta.
Dari sisi eksternal, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar USD146,3 miliar. Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
"Posisi cadangan devisa itu juga berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar tiga bulan impor," ujar Destry.
BI memperkirakan ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat. Di mana Transaksi berjalan sepanjang 2026 diprakirakan mengalami defisit dalam kisaran 1,6 persen hingga 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB).
(DESI ANGRIANI)








