INKA Kejar Target Selesaikan Pesanan Kereta dari KAI, Kualitas Produk Tetap Prioritas

INKA Kejar Target Selesaikan Pesanan Kereta dari KAI, Kualitas Produk Tetap Prioritas

Terkini | idxchannel | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 16:02
share

IDXChannel - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA masih memiliki pekerjaan pengadaan sarana perkeretaapian untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group yang belum rampung. Hingga saat ini, perseroan masih harus menyelesaikan 177 unit kereta penumpang dari total 612 unit dan 9 rangkaian kereta rel listrik (KRL) dari total 16 rangkaian yang dikontrak.

Direktur Utama INKA, Bambang Jatmika mengatakan, penyelesaian proyek tersebut menjadi fokus perusahaan di tengah upaya meningkatkan kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman. INKA juga terus berkoordinasi dengan KAI Group dan pihak terkait untuk memastikan proses produksi, pengiriman, serta dukungan teknis berjalan sesuai kebutuhan operasional.

“Fokus kami adalah menyelesaikan pekerjaan yang masih berjalan, yaitu 177 unit kereta penumpang dari total 612 unit dan sembilan rangkaian dari 16 rangkaian KRL, meningkatkan kualitas dan keandalan produk, serta memperkuat dukungan purnajual,” ujar Bambang dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Kolaborasi antara INKA dan KAI Group telah terjalin sejak 2018. Sejak saat itu hingga 2023, INKA telah mendapatkan kontrak dari KAI senilai Rp14,88 triliun untuk pengadaan 16 rangkaian KRL, 612 unit kereta penumpang, dan kereta gerbong 1125 unit untuk angkutan batu bara.

Kontrak perdana KAI kepada INKA dimulai pengadaan 31 unit kereta LRT Jabedebek. Kerja sama kemudian berlanjut melalui penandatanganan
kontrak pengadaan 612 kereta penumpang Stainless Steel New Generation (SSNG) dengan nilai Rp5,5 triliun dan 16 rangkaian KRL dengan nilai Rp3,8 triliun pada 2023. 

Untuk kereta SSNG untuk penumpang, masih terdapat 177 unit kereta yang harus diselesaikan dari total kontrak tersebut. Sementara untuk kontrak pengadaan 16 rangkaian KRL, sebanyak 7 rangkaian telah beroperasi di lintas Jabodetabek, sedangkan 9 rangkaian lainnya belum rampung. 

Adapun 9 kereta tersebut belum rampung karena INKA menghadapi kendala modal kerja (working capital mismatch) serta perizinan pengiriman sarana dari fasilitas produksi di Banyuwangi dan Madiun menuju Depok menjadi tantangan dalam penyelesaian proyek.

Di luar proyek yang masih berjalan, INKA telah menyelesaikan sejumlah pengadaan untuk KAI. Salah satunya 31 rangkaian kereta untuk proyek LRT Jabodebek dengan nilai kontrak Rp3,9 triliun. Kontrak yang ditandatangani pada 2018 itu telah menyelesaikan seluruh proses produksi pada 2021, dan sarana yang dihasilkan kini telah beroperasi.

INKA juga merampungkan pengadaan 1.125 unit gerbong datar untuk angkutan barang dengan nilai kontrak sekitar Rp1 triliun. Proyek yang dikontrak pada 2024 itu telah selesai pada 2026, dengan seluruh gerbong diserahterimakan dan digunakan untuk mendukung angkutan logistik di Sumatera.

INKA menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan KAI Group untuk menuntaskan pekerjaan yang tersisa sekaligus menjaga keandalan produk dan layanan purnajual guna mendukung peningkatan layanan transportasi dan industri perkeretaapian nasional.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik