Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Harga Kebutuhan Pokok dan Lapangan Kerja Jadi Perhatian

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Harga Kebutuhan Pokok dan Lapangan Kerja Jadi Perhatian

Terkini | idxchannel | Senin, 12 Oktober 2026 - 06:30
share

IDXChannel - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memasuki tahun kedua. Pemerintah diminta untuk memperbaiki masalah harga kebutuhan pokok hingga lapangan pekerjaan.

Permintaan ini muncul dari hasil survei Celios dan Kabinet Bayangan 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

"Apa pesannya? Jadi ada tiga masalah utama yang harus segera diperbaiki pemerintah, kami tanyakan begitu. Pertama isu yang menjadi stressing adalah soal harga kebutuhan pokok," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira dikutip Senin (12/10/2026).

Dia menambahkan, melambungnya harga kebutuhan pokok berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu diyakini Bhima dari sejumlah studi yang menunjukan MBG menciptakan inflasi pangan hingga menciptakan kenaikan harga pangan. 

"Jadi ini masih dirasakan surplus beras, tapi di sisi lain harga beras terutama beras yang dikonsumsi kelompok menengah, ini mengalami kenaikan harga. 78 persen menjawab harga kebutuhan pokok jadi isu yang harus urgen segera diselesaikan oleh pemerintah," ucap Bhima.

Selain itu, Bhima mengungkap, sebanyak 58 persen responden menganggap, masalah lapangan kerja dan perlindungan pekerja perlu diselesaikan Pemerintah. Sementara itu, isu lainnya yangvperlu diselesaikan yakni, penegakan hukum dan reformasi 35 persen.

Kemudian, kesehatan publik 27 persen; bansos dan perlindungan sosial 28 persen; pendidikan 18 persen; lingkungan dan energi 6 persen; nilai tukar dan kebijakan makro 7 persen; komunikasi dan partisipasi publik 6 persen; perlindungan peremphan 3 persen; keamanan dan ketertiban 2 persen dan tata kelola digital dan data 2 persen.

Sekadar informasi, survei ini melibatkan 129 responden ahli dengan berbagai latar keahlian hingga wilayah domisili, dan pengalaman profesional yang beragam. Selain itu, survei ini juga melibatkan 1.142 responden masyarakat umum yang tersebar di berbagai provinsi. 

Pengumpulan data dilakukan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads, sementara responden ahli snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian yang relevan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik