Pendapatan Tahunan OpenAI Diproyeksi Capai Rp1.250 Triliun pada Akhir 2026
IDXChannel - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI diperkirakan mencatat pendapatan tahunan sebesar USD70 miliar (Rp1.250 triliun) pada akhir 2026.
Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (9/10/2026), sejumlah sumber mengatakan bahwa sebagian besar pendapatan OpenAI berasal dari pelanggan korporat.
Pendapatan yang disetahunkan mencapai USD50 miliar pada akhir September 2026, lebih kecil dari laporan awal.
Menurut para sumber, pencipta chatbot ChatGPT itu membagikan angka-angka tersebut kepada investor sebagai bagian dari upaya penggalangan dana terbarunya.
Perusahaan sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan USD30 miliar atau lebih, langkah yang akan meningkatkan valuasinya menjadi USD1,4 triliun.
Perusahaan tersebut baru-baru ini mengumpulkan dana sebesar USD122 miliar pada Maret 2026, yang mengerek valuasinya menjadi USD852 miliar.
OpenAI, Anthropic, dan perusahaan AI lainnya sering menggembar-gemborkan pendapatan tahunan mereka sebagai metrik pertumbuhan utama. Namun, tidak semua perusahaan mengukurnya dengan cara yang sama.
Berbeda dengan OpenAI, Anthropic memasukkan penjualan yang dilakukan pihak ketiga dalam perhitungan pendapatannya. Pendapatan tahunan Anthropic mencapai USD65 miliar pada akhir Juli.
Bulan lalu, beberapa media melaporkan bahwa OpenAI memproyeksikan pendapatan tahunan sekitar USD70 miliar. Baru-baru ini, the Financial Times mengungkapkan bahwa angka sebenarnya hanya USD50 miliar, jauh lebih rendah dari laporan sebelumnya. Perbedaan tersebut karena investor OpenAI mencoba menghitung pendapatan tahunan perusahaan menggunakan metode yang sama dengan Anthropic.
Pada Kamis, saham teknologi memimpin penurunan di S&P 500 setelah laporan bahwa pendapatan tahunan OpenAI ternyata lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya. (Wahyu Dwi Anggoro)









