Danantara Siapkan Investasi Bangun Pabrik Etanol untuk Dorong Swasembada Energi
IDXChannel - Danantara Indonesia menyiapkan investasi pembangunan pabrik etanol sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan dan swasembada energi nasional. Investasi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam tiga tahun ke depan.
COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria, mengatakan investasi etanol menjadi salah satu bagian dari peran Danantara dalam mendukung ketahanan energi, khususnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.
Menurutnya, Indonesia telah mencapai kemajuan dalam pemenuhan kebutuhan solar melalui implementasi B50 sehingga tidak lagi melakukan impor solar. Ke depan, langkah serupa diharapkan dapat diterapkan pada kebutuhan bensin.
"Dalam rangka kita melakukan ketahanan energi, swasembada energi khususnya, kan kita solar sudah selesai ya, dengan B50, sehingga kita sudah tidak lagi impor solar. Ke depan kita harapkan juga sama dengan bensin," kata Dony pada Jumat (2/10/2026).
Polisi Bakal Periksa Febrio Adiono, Usut Kematian Misterius Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus
"Bensin ini kan beberapa negara bahkan sudah ada E50 kan, E50. Kita juga dalam rangka untuk menjadikan negara kita swasembada secara energi, kita juga mulai untuk memikirkan mulai dari E20 dulu nanti," lanjutnya.
Dony menjelaskan, pengembangan etanol akan didukung dengan peningkatan produksi bahan baku, terutama tebu. Menurutnya, pemerintah akan mendorong penanaman tebu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku etanol sekaligus mendukung agenda transisi energi.
"Bahan baku etanol ini kan dari terutama sekali dominasinya dari tebu. Nah, karena itu pemerintah ke depannya akan menggencarkan untuk proses penanaman tebu, yang kita harapkan nanti akan menjadi bagian daripada transisi energi kita," ujarnya.
Dia menegaskan investasi Danantara tidak hanya mencakup pengembangan bahan baku, tetapi juga pembangunan fasilitas produksi etanol.
"Termasuk akan bangun pabrik termasuk pabrik etanol juga. Kita harapkan nanti pemerintah kan berharap dalam 3 tahun ke depan sudah selesai seluruh investasi yang akan kita lakukan," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)










