Saham Haji Isam TEBE-JARR Cs Kompak Reli
IDXChannel – Sejumlah saham yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam kompak menguat pada perdagangan Kamis (30/9/2026). Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) memimpin kenaikan.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.31 WIB, saham TEBE melesat 16,67 persen ke Rp2.750 per unit.
Dalam sepekan terakhir, saham TEBE telah melambung 35,12 persen, sedangkan dalam sebulan kenaikannya mencapai 57,93 persen.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang melompat 11,04 persen ke Rp3.720 per saham. Sementara itu, saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menguat 8,56 persen.
Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten industri tambang yang juga terafiliasi dengan Haji Isam, turut menguat 4,72 persen ke Rp550 per saham.
Pergerakan saham TEBE terjadi menjelang pelaksanaan public expose insidentil pada Kamis (1/10/2026).
Dalam agenda tersebut, perseroan akan memaparkan kinerja operasional dan keuangan, rencana bisnis, serta analisis manajemen terkait pergerakan harga saham perseroan.
Dalam materi public expose, manajemen TEBE menjelaskan kenaikan harga saham perseroan dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan internal.
Dari sisi eksternal, perseroan menyebut lonjakan harga batu bara global yang sempat menyentuh USD153 per ton pada September 2026 seiring peningkatan permintaan ekspor batu bara menjadi salah satu faktor yang mendorong pergerakan saham.
Selain itu, perseroan melihat adanya optimisme pasar terhadap ekspansi bisnis perusahaan-perusahaan yang masih berada dalam satu ekosistem atau terafiliasi dengan perseroan.
Dari sisi internal, TEBE menyebut mulai beroperasinya anak usaha PT Pelabuhan Talenta Bumi sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) pada 2026, pencatatan laba positif pada laporan keuangan kuartal II 2026, serta kenaikan produksi batu bara oleh pengguna jasa atau klien perseroan pada periode Juli-September 2026 yang meningkatkan penggunaan jasa perseroan.
Di luar faktor tersebut, rencana pengambilalihan 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam, turut menjadi perhatian pasar.
Analis Mirae Asset Sekuritas Fauzan Luthfi Djamal menyoroti transaksi tersebut dalam riset tertanggal 28 September 2026.
Berdasarkan perjanjian bersyarat yang ditandatangani pada 16 September 2026, Jhonlin Baratama akan membeli 10.000.000.500 saham BYAN dari taipan Low Tuck Kwong dan sang putri Elaine Low. Nilai transaksi maupun waktu penyelesaiannya belum diungkapkan.
Low Tuck Kwong tetap menjadi pengendali BYAN dengan kepemilikan gabungan sebesar 32,25 persen bersama Elaine Low. Transaksi tersebut juga diperkirakan tidak diikuti kewajiban penawaran tender wajib maupun perubahan susunan dewan.
Dari sisi operasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak usaha BYAN pada 23 September 2026. Persetujuan tersebut menambah kuota produksi sekitar 15-20 juta ton.
Sehari setelah persetujuan RKAB, status force majeure BYAN juga dicabut. Namun, ESDM menegaskan persetujuan RKAB tersebut tidak berkaitan dengan perubahan kepemilikan saham BYAN.
Sementara itu, angka transaksi BYAN yang beredar di publik hingga kini masih berupa laporan yang belum terkonfirmasi.
Sekitar 10 September 2026, muncul laporan mengenai nilai sekitar USD3 miliar untuk pembelian 62,2 persen saham BYAN.
Angka tersebut muncul sebelum perjanjian pembelian 30 persen saham ditandatangani, sementara BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya penawaran tersebut.
Mirae Asset Sekuritas kemudian menggunakan angka USD3 miliar tersebut sekadar sebagai ilustrasi. Jika nilai itu dijadikan acuan untuk transaksi 30 persen saham, nilai pembelian diperkirakan setara sekitar USD1,45 miliar atau Rp2.530-Rp2.590 per saham.
Nilai ilustratif tersebut jauh di bawah harga rata-rata saham BYAN selama 90 hari yang mencapai Rp12.643 per saham dan mengimplikasikan rasio price to earnings (P/E) sekitar 5,7-5,9 kali, dibandingkan 26,9 kali berdasarkan harga penutupan 22 September 2026.
Mirae menegaskan harga transaksi aktual masih belum diketahui dan dapat berbeda dari angka yang beredar di publik. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.









