PELNI Jajaki Sewa Kapal Cepat, Cari Armada Berkapasitas 500 Penumpang
IDXChannel - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menjajaki penggunaan kapal cepat untuk mendukung pengembangan bisnis angkutan laut. Perusahaan pelayaran pelat merah itu membuka Request for Information (RFI) untuk memetakan ketersediaan kapal High-Speed Craft (HSC) di pasar.
Dalam penjajakan tersebut, PELNI membuka peluang penggunaan kapal melalui skema sewa berdasarkan waktu atau time charter, maupun skema potensial lainnya. Kapal yang dicari memiliki kapasitas hingga sekitar 500 penumpang.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan RFI dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai ketersediaan kapal cepat yang berpotensi mendukung pengembangan layanan angkutan laut perusahaan.
"RFI ini merupakan tahap penjajakan untuk mendapatkan informasi dan gambaran mengenai ketersediaan kapal High-Speed Craft di pasar. Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan kajian PELNI dalam melihat potensi pengembangan layanan angkutan laut ke depan," ujar Ditto dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).
PELNI membuka penjajakan untuk dua tipe kapal. Tipe A merupakan kapal penumpang HSC dengan konstruksi katamaran, kecepatan operasional 20–30 knot, draft 1–2 meter, serta kapasitas sekitar 300–500 penumpang.
Sementara itu, Tipe B merupakan kapal penumpang HSC dengan konstruksi monohull. Kapal jenis ini ditargetkan memiliki kecepatan operasional 20–30 knot, draft 1–1,5 meter, dan kapasitas sekitar 200–400 penumpang.
Selain kapasitas dan kecepatan, PELNI mempertimbangkan kesesuaian kapal dengan karakteristik rute domestik, kondisi perairan, fasilitas pelabuhan, jangkauan pelayaran, kenyamanan, keselamatan, serta keandalan operasional.
Pemilik kapal atau pihak yang mewakili pemilik kapal diminta menyampaikan informasi antara lain daftar kapal, ship particulars, general arrangement, kapasitas, status klasifikasi dan bendera, foto terbaru kapal, informasi kepemilikan, indikasi tarif sewa, serta estimasi waktu ketersediaan kapal.
Menurut Ditto, proses tersebut belum masuk tahap pengadaan. RFI hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi pasar dan tidak mengikat PELNI untuk melakukan pengadaan maupun menunjuk penyedia tertentu.
"PELNI tetap memastikan setiap tahapan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk saat ini, kami masih berada pada tahap pengumpulan informasi pasar dan belum merupakan proses pengadaan," katanya.
Pemilik kapal yang berminat dapat menyampaikan Letter of Intent (LoI) beserta informasi kapal melalui email komersialpenumpang@pelni.co.id. Penyampaian informasi dibuka paling lambat 22 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB.
Saat ini, PELNI mengoperasikan 84 kapal yang terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, 9 kapal tol laut, dan 1 kapal ternak.
Armada tersebut mendukung layanan PELNI melalui 43 kantor cabang, 357 pelabuhan singgah, 1.111 ruas pelayaran, serta 306 terminal point di berbagai wilayah Indonesia.
(NIA DEVIYANA)










